Cakrawala News
Portal Berita Online

Satreskrim Polresta Sidoarjo “Eksekusi” Mati Spesialis Perampokan Nasabah Bank

0 303

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Dua dari enam perampok spesialis nasabah bank yang ada di Sidoarjo tertangkap. Satu di antaranya ditembak mati oleh petugas karena melawan saat akan ditangkap. Komplotan perampok ini semua berasal dari Bangkalan, Madura.

Semuanya memiliki peran dalam beraksi. Serta beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, berupa perampokan kepada nasabah bank di beberapa wilayah di Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan Mojokerto.

Komplotan tersebut telah melakukan aksi perampokan nasabah bank di tiga lokasi di Sidoarjo. Di antaranya di PT Hasil Karya, Jalan By Pass Km 29.3 Desa Tambak Kemrakan, Krian. Komplotan membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp 407 juta.

Yang kedua di Kantor Baznas, Jalan Pahlawan Gg I, Kelurahan Sidokumpul. Dari TKP ini mereka membawa kabur uang korban sebesar Rp 10 juta.

Barang bukti aksi kejahatan komplotan perampok asal Madura. (foto/win)

Terakhir di jalan kampung yang menuju Perum Keraton Regency, Desa Keraton RT 04 RW 02, Krian. Mereka membawa kabur uang korban sebesar Rp 118 juta.

“Pelaku komplotan perampokan nasabah bank di tiga titik di Sidoarjo ini berjumlah enam orang. Mereka merupakan komplotan asal Madura,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada wartawan di Mapolresta, Kamis (8/8/2019).

Zain menambahkan, dua di antaranya sudah ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo. Yakni Muzamil (30) warga Dusun Muragung, Kelurahan Sanggra Agung, Socah, Bangkalan. Kemudian M Alias Munir (49) warga Dusun Labang Timur, Desa Labang, Kecamatan Labang, Bangkalan.

“Untuk tersangka Munir ditangkap di wilayah Surabaya. Karena saat akan ditangkap melawan petugas kami lakukan tindakan tegas dan terukur ditembak tubuhnya. Kemudian pelaku meninggal dunia di Rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim,” tambah Zain.

Lebih lanjut Zain menjelaskan, empat pelaku lainnya masih DPO. Pihaknya berharap mereka segera menyerahkan diri.

Polresta Sidoarjo sudah mengantongi identitas semua pelaku yang masih buron. Semua pelaku merupakan residivis dan mereka menjadi buron dari Polresta Pasuruan.

“Kami akan kejar terus keempat pelaku tersebut. Alangkah baiknya untuk menyerahkan diri. Kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” pungkas Zain.

Kapolresta Sidoarjo  juga menghimbau kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati saat mengambil atau membawa uang dalam jumlah banyak. “Lebih amannya masyarakat dapat meminta bantuan kepada personel kepolisian terdekat, dan kami selalu siap melayani demi kenyamanan dan keamanan masyarakat,” pesannya.  (win)

 

 

Di Sidoarjo komplotan ini pernah melakukan aksi perampokan nasabah Bank Jatim dengan TKP Kantor Baznas Sidoarjo dengan nilai kerugian materi senilai Rp 10 juta. Kemudian nasabah Bank BCA Krian dengan TKP di perkampungan menuju Perumahan Keraton Regency, Krian, Sidoarjo senilai Rp 118 juta. Kemudian perampokan kemmbali terjadi nasabah bank BCA Krian, yakni korbannya adalah pegawai PT Hasil Karya, Krian, Sidoarjo yang mengalami perampokan di dalam pabrik tersebut senilai Rp. 407 juta.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, menjelaskan pada wartawan, Kamis (8/8/2019), pertama kali tersangka yang berhasil ditangkap adalah MZ, warga Soca, Bangkalan, Madura ditangkap di rumahnya. Kemudian dari penangkapan MZ dilakukan pengembangan. anggota bergerak kerumah tersangka M.

“Di rumah tersangka M ini anggota tidak menemui tersangka di tempat, namun hanya mendapatkan beberapa alat bukti kejahatan yang digunakan yakni sepeda motor dan helm,” jelasnya. Lalu, tim Satreskrim Polresta Sidoarjo bergerak ke kawasan Kampus Unair di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Surabaya. Karena ada informasi M berada di daerah tersebut.

Saat itulah tersangka M yang akan ditangkap justru menabrakkan motornya ke arah petugas sambil mengeluarkan senjata tajam, anggotapun memberikan tindakan tegas terukur dengan memberikan tembakan kepada tersangka setelah peringatan yang diberikan tidak diabaikan tersangka, dan dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Diakui Kapolresta Sidoarjo, saat ini masih ada empat tersangka yang sudah dimasukkan dalam DPO Polresta Sidoarjo. Dan pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Identitas mereka telah kita kantongi dan dihimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri, karena kita akan terus memburu,” tegas lulusan Akpol 1997 ini.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.