Cakrawala News
Portal Berita Online

Satpol PP Jatim Tutup Dua Tambang Pasir Liar di Madiun

130

MADIUN, JATIM, CAKRAWALA.CO-Tidak kantongi ijin dan melanggar analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), dua tambang pasir liar di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun di hentikan dan ditutup oleh Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan kerja serta merusak lingkungan.

Meski bocor dan tidak berhasil mengamankan para penambang, namun petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Jatim dibantu dari Satpol PP serta aparat TNI/Polri Kabupaten Madiun berhasil amankan sejumlah peralatan tradisional milik penambang.

Petugas langsung mengamankan alat alat  yang digunakan untuk penambangan liar di dua lokasi tambang wilayah Kecamatan Sawahan. Diantaranya di dua desa yakni Desa Cabean dan Desa Lebak Ayu.

Kepala bidang penegak peraturan daerah Satpol PP Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Erwin Indra Widjaja menjelaskan bahwa ini upaya pemerintah dalam menertibkan kegiatan yang tidak sesuai aturan dan dikhawatirkan dapat membahayakan para penambang sendiri karena tidak didasari perijinan dan analisa penambangan sesuai aturan.

“Ini upaya kita menghentikan pertambangan di wilayah Sawahan. Dan kita nantinya akan lakukan sosialisasi pertambangan dan keselamatan baik dari dampak maupun jiwa penambang sendiri,”ujar Erwin, Jumat (6/10/2017).

Ini sesuai aturan tidak boleh dibiarkan karena tidak ada reklamasi dan kajian kajian tehnis penambangannya pun sembarangan. Dari pantauannya sendiri kita terus lakukan sosialisasi harus sesuai aturan. Seperti ada ijin dan kajian kajian keselamatan,”tambah Kabid penegak perda Satpol PP Provinsi Jatim tersebut.

Sedangkan terkait aktifitas pertambangan di wilayah Sawahan ini sudah berjalan selama bertahun tahun tanpa melakukan reklamasi pihaknya enggan dikatakan kecolongan.

lahan pertambangan liar yang ditutup petugas. Foto (Wawan/cakrawala.co)

Menurutnya penambangan pasir liar di wilayah daerah aliran sungai seperti ini masalahnya rumit dan komplek karena menyangkut kebutuhan perut. Terlebih lagi para penambang disini mayoritas adalah warga setempat. Namun saat ini pihaknya memutuskan menghentikan seluruh kegiatan penambangan bahan galian c di wilayah Kecamatan Sawahan karena dianggap liar dan dapat merusak lingkungan serta keselamatan penambang.

Sementara Camat Sawahan, Mashudi saat mendampingi penutupan penambangan liar diwilayahnya tersebut mengakui jika aktifitas serta teknik penambangan di sekitar sungai yang dilakukan oleh mayoritas warga setempat membahayakan. Karena tidak memperhatikan analisa dampak lingkungan serta tidak mengantongi izin dari dinas terkait. Meski menggunakan alat tradisional pasca dilakukan penambangan tersebut warga juga tidak melakukan reklamasi sehingga dikhawatirkan jika saat musim hujan datang galian galian itu akan berpengaruh terhadap plengsengan sungai sekitar bengawan solo.

“Sebenarnya jauh jauh hari sudah ada pemberitahuan dan sosialisasi terkait tambang pasir ini. Dan saat ini ketika ada penutupan dari pihak Satpol PP warga menyadari jika oni sangat berbahaya,”kata Mashudi Camat Sawahan saat mendampingi penutupan tambang pasir dilokasi Desa Cabean.

Ditambahkannya di wilayah Kecamatan Sawahan sendiri ada lima titik lokasi tambang pasir yang tidak berijin alias liar. Diantaranya disepanjang Aliran Sungai Bengawan Solo yakni di Desa Cabean, Lebakayu, Krokeh, Pucangrejo dan Sidomulyo. Namun itu semua berskala kecil tradisional dan dilakukan disaat tertentu atau musiman saja walau itu cukup membahayakan,”imbuh Mashudi.

Selanjutnya dalam waktu dekat jajaran Satpol PP Provinsi Jawa Timur akan melakukan sosialisasi terkait pertambangan di Wilayah Madiun untuk mengedukasi kepada warga. Bahwa penambangan wajib  dilakukan sesuai aturan dan mengurus perizinan. Seperti yang tertuang dalam Perda  Provinsi Jatim  Nomor 1 Tahun 2005 tentang pengendalian usaha pertambangan bahan galian c pada wilayah sungai. (Wawan/Zen)

Comments are closed.