Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Satgas Covid-19 Malut Tolak Salah Satu Pendatang Karantina Diri di Hotel Said

0 315

TERNATE,CAKRAWALA.CO-Salah satu warga pendatang dari Bima, Sulawesi Tenggara ,Minggu (11/4/2020) mendatangi posko satuan tugas percepatan dan penanganan virus corona Provinsi Maluku Utara meminta dikarantina di Hotel Sahid Bella Internasional.

Pasien atas nama Sahril Sehe (39) menyatakan, maksud kedatangan dirinya ke posko satgas Covid Provinsi untuk meminta pihak posko melakukan karantina terhadap yang bersangkutan di Hotel Said sebab riwayat perjalanannya ke ternate dilalui dari Bima Sulawesi Tenggara,Makasar dan Manado yang merupakan zona merah terdampak corona.

Permintaan Sahril itu ditolak oleh berbarapa petugas keamanan maupun tim medis gugus tugas provinsi,sebab yang bersangkutan tidak mengikuti prosedur tetap (protap) penanganan pasien covid.

Pantauan Cakrawala.co sempat terjadi adu mulut antara Sahril dan beberapa petugas di lobi Gamalama Ball Room.

Kepada wartawan Sahril mengaku, sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dirinya harus mengambil langkah antisipasi bila mana terjadi hal buruk ke tempat tinggalnya di Sofifi.

” Saya dari zona merah makanya saya khwatir ,saya memang tak ada gejala tapi takut kalau terjadi apa-apa saya harus di rujuk lagi ke ternate mending saya disini sebelum ke sofifi,” ucapnya.

Sebelum kedatangan ke Hotel Said, ia telah melapor ke RSUD Chasan Bosoire Ternate untuk melakukan tes medis, namun pihak RSUD menyarankan dirinya menuju Hotel Said untuk melaporkan status medis kedatangannya.

Selain permintaan karantina, ia juga meminta petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan melalui tes cepat atau (Rapid Test), Permintaan itu kembali ditolak sebelum pada akhirnya di penuhi paramedis setelah beberapa jurnalis meliput perdebat antara Sahril dan petugas gugus tugas.

Kadis Kesehatan Provinsi Maluku Utara,dr Idhar Sidi Umar ketika di konfirmasi menyatakan, sebelum dikarantina pihaknya harus mengecek kondisi orang tersebut apakah ada gejala seperti batuk atau hal lain.

” Bagusnya ke Rumah Sakit kalau tentukan langsung kita melakukan rapid test kepada dia , Statusnya kan belum jelas ODP atau PDP ? Kalau berat memiliki contak langsung dengan pasien positif maka langsung di isolasi di RSUD kalau ringan yah kesini,” ucapnya.

Selang beberapa menit kemudian hasil tes yang diuji tim medis terhadap Sahril dikeluarkan, hasilnya menunjukan reaktif negatif sehingga bersangkutan diantar ke pelabuhan Speedboat Mangga Dua untuk diberangkatkan ke Sofifi.***(IVN/ID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.