Cakrawala News
Portal Berita Online

Sarlota Kambu : Korban Kekerasan KKB di Mapenduma Belum Bisa Berkomunikasi karena Masih Trauma

129

JAYAPURA, CAKRAWALA.CO, – Korban kekerasan KKB (MT) saat ini masih di rawat intensif di rumah sakit Bhayangkara Jayapura. Menurut Kepala Seksi Perlindungan perempuan dinas pemberdayaan perempuan, anak dan keluarga berencana Provinsi Papua, Sarlota Kambu kondisi MT masih trauma dan belum bisa di ajak komunikasi.

“ Untuk korban sampai saat ini masih trauma dan belum bisa untuk diajak berkomunikasi, Kami akan kembali lagi untuk menjenguk korban bersama dengan tim dari PPA Polda,” Jelas Sarlota usai menjenguk MT di rumah sakit Bhayangkara Jayapura, Selasa (23/10/18).

Ditambahkan Sarlota bila kejadian kekerasan yang di alami MT sangat tidak manusiawi, karena tenaga guru yang datang mendidik anak – anak di wilayah pedalaman Papua sangat di butuhkan, namun dengan kejadian ini akan berdampak pada mutu pendidikan di sana.

“Memang harus ditindak lanjuti karena memang tidak manusiawi ini adalah tenaga guru yang datang membantu mendidik orang – orang kita disana tapi diberlakukan seperti begitu jadi tidak wajar dan harus diproses, Dari kami pemberdayaan perempuan mungkin tidak bisa sendiri tapi kami bekerja sama dengan aparat penegak hukum yang ada di papua,” Jelas Sarlota.

Sebelum nya di kabarkan sebanyak 15 tenaga guru dan tenaga medis di distrik Mapenduma, kabupaten Nduga di sandera kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Penyanderaan berlangsung sejak tangal 3 hingga 17 oktober 2018. Oleh KKB Para guru dan tenaga medis tersebut di larang melakukan aktifitas, karena di curigai sebagai mata-mata untuk mengetahui pergerakan KKB di wilayah mapenduma.

Selama masa itu ke – 15 korban penyanderaan di tampung oleh kepala puskesmas Naftalis Wandikbo, hingga pada tanggal 18 oktober di jemput oleh helikopter TNI. (Nug)

Comments are closed.