Cakrawala News
Portal Berita Online

Santri Madiun Jadikan Kokedama Peluang Bisnis Kala Pandemi

0 561

Madiun, Cakrawala.co – Pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, membuat orang berusaha mencari kesibukan lain. Ini karena waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah saja akibat pembatasan kegiatan. Tidak sedikit hobi yang awalnya ditinggalkan karena kesibukan bekerja, kini justru menjadi rutinitas untuk membunuh kejenuhan.

Tanaman hias misalnya, dengan berbagai jenis media tanam yang kini semakin banyak beragam jenis dan peminat. Adalah Nurhuda, seorang santri pondok pesantren Salafiah Al-Hikmah, Sembungan, Rejomulyo, Kota Madiun, yang cerdas membaca peluang, dengan memproduksi Kokedama.

Sembari mempersiapkan bahan pembuatan Kokedama, Nurhuda menceritakan, berawal dari belajar saat dirinya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ketika masih berstatus mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Madiun. Siapa sangka media tanam berasal dari jepang yang sempat ia pelajari itu justru kini menjadi ladang uang, di tengah pandemi covid-19.

“Awalnya dulu waktu masih kuliah, ada kegiatan pengabdian masyarakat di tahun 2019. Di sana kami melakukan oelatihan pembuatan media tanam berbahan limbah sabut kelapa di sebuah panti asuhan,” ujar Nurhuda.

Dari sana Nurhuda kemudian mengembangkan dan memperkenalkan Kokedama buatannya di media sosial dan sejumlah pameran. Tak disangka, produknya mendapatkan respon positif dari kalangan pecinta tanaman hias. Kini, Kokedama menjadi lahan bisnis yang ditekuni, sembari tetap menimba ilmu di pondok pesantren.

“Memasarkannya dari sosial media dulu, jualan online, kemudian berani ikut pameran-pameran. Ya, ternyata responnya bagus, banyak yang minat. Dari situlah saya mulai lebih tekun lagi berbisnis Kokedama ini,” sambungnya.

Menurut Nurhuda, pembuatan Kokedama ini cukup mudah. Hanya perlu mempersiapkan sabut kelapa, tanah yang telah dicampur dengan kompos dan benang pengikat. Bahan-bahan tersebut kemudian dibentuk bulat dan diberi tanaman hias, selanjutnya diikat menggunakan benang wol hingga rapi sesuai bentuk yang diinginkan.

“Bahannya, sabut kelapa, tanah yang dicampur kompos dan benang wol. Caranya, kita rapikan sabut kelapa dan tanah, dibentuk bulat sampai rapi, dimasukkan tanaman hiasnya, kemudian diikat benang wol,” terang Nurhuda.

Untuk harga, Nurhuda mematoj harga mulai dari Rp. 40 ribu hingga Rp.185 ribu setiap satuan menyesuaikan ukuran dan jenis tanaman. Peminat Kokedama buatan Nurhuda ini tidak hanya dari Madiun saja, melainkan dari Surabaya, Semarang dan sejumlah daerah di luar pulau Jawa, seperti Palembang.

Dari membuat Kokedama ini, Nurhuda mengaku mendapat keuntungan hingga Rp 3 Juta sampai Rp 5 Juta setiap bulan.

Salah seorang peminat Kokedama asal Madiun Intan Novitasari mengaku tertarik dengan Kokedama karena bentuknya yang unik dan cocok digunakan sebagai hiasan rumah. Selain itu menurutnya, harganya juga ramah di kantong dan mudah cara merawatnya.

“Saya suka bentuknya yang unik. Menurut saya bagus kalau dipakai jadi hiasan rumah. Harganya juga terjangkau, untuk barang seunik ini, ya sesuai lah. Dan yang pasti, cara merawatnya nggak sulit,” kata Intan. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.