Cakrawala News
Portal Berita Online

Salurkan Bakat dan Hobi Lewat Media Sosial

0 70

KABUPATEN GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Pandemi ini merupakan saat yang tepat untuk dapat menggunakan media sosial menggunakan internet dengan lebih maksimal. Untuk mendapatkan keuntungan namun tetap menjalankan apa yang kita suka dan menyenangkan.

Media sosial kini bukan hanya tempat untuk saling terhubung, berkomunikasi jarak jauh tapi juga kini dapat digunakan untuk menghasilkan konten positif yang bisa menghibur orang lain dan dapat menjadi lahan rezeki.

Jadi, kita di dunia internet ini bukan hanya sekadar menjadi konsumen saja, menikmati film streaming dari mana saja, berbelanja online kapan saja, menikmati konten hiburan beragam jenisnya. Namun kita juga menjadi produsen bahkan menjadi pebisnis yang mampu memaksimalkan internet.

Inayah Chairunissa seorang script writer yang kini menjadi kreator konten lifestyle, beauty dan kuliner ini mengatakan, untuk dapat mengeluarkan bakat terpendam, terkenal tidak lagi mengandalkan TV.

“Anggapan untuk mengeluarkan bakat atau menjadi terkenal itu harus masuk TV dulu. Itu sepertinya anggapan yang sudah lampau karena melalui media sosial pribadi, kita dapat mengeluarkan bakat atau hobi bahkan terkenal melalui media sosial kita,” ujar perempuan yang akrab disapa Nay ini saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (06/10/2021).

Tidak heran ada yang namanya selebtwit, selebgram mereka yang terkenal hanya di media sosial saja. Namun tidak kalah dengan artis yang sering wara wiri di TV.

Mengeluarkan bakat atau passion selama ini di media sosial juga menjadi salah satu cara untuk meng-upgrade digital skill kita. Saat ingin membagikan apa keahlian kita di dunia digital tentu kita harus belajar lagi mengenai yang mungkin selama ini masih kurang mumpuni. Misalkan bagaimana menangkap video ataupun foto dengan bagus sesuai dengan angle yang pas. Dengan begitu kita akan meningkatkan kemampuan digital kita. Caranya juga tidak sulit karena kita dapat belajar sendiri banyak tutorial yang sudah tersedia di YouTube atau di Instagram

Setelah konten yang paling penting saat menjadi kreator konten ialah melengkapi postingan di media sosial dengan caption. Kalau gambar atau video itu bisa langsung mengungkapkan dan juga artinya tergantung persepsi orang masing-masing. Tetapi kalau tulisan atau kata-kata itu langsung tersirat apa yang ingin kita sampaikan. Banyak terkendala penulisan caption hingga tidak jarang juga ada profesi untuk membantu menuliskan caption.

“Saya akui memang sulit, tapi jangan dibawa susah, kalau saya menggunakan quote saja. Jujur saya sering liat di Pinterest mengenai quote yang pas. Kalau ingin buat sendiri pastinya disesuaikan dengan suasana hati. lalu gunakan kata-kata yang singkat, jelas, padat dan interaktif. Terkadang di ujungnya diberikan tanda tanya atau kalimat seperti bertanya. Kalau kamu? Atau ada yang mau? Ada ide lain? Jadi seperti tetap berkomunikasi,” saran Nay.

Jadi, walaupun di atas kalimat tersirat romantis tapi diakhiri dengan sebuah bentuk pertanyaan agar lebih terkesan memperhatikan para follower juga. Tentu, mengajak mereka ikut berkomentar dengan apa yang kita posting sehingga followers juga dapat berkomentar di media sosial kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (06/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dewi Tresnawati (Relawan TIK Indonesia), Ronal Tuhatu (Psikolog), Stefany Anggraeni (Beauty Influencer) dan Felix Kusmanto.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.