Cakrawala News
Portal Berita Online

Saksi Petugas Ukur BPN Sidoarjo Mengaku Dibayar 6 Juta Rupiah di Pengadilan Tipikor

0 13

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Sidang lanjutan perkara korupsi Pungutan Liar (Pungli) dengan terdakwa Nur Aini, selaku Kepala Desa (Kades) Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Pungli kepengurusan peta bidang lahan tambak milik Hj. Kartini warga Telocor Sidoarjo kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya hari Rabu 28 Agustus 2019.

 

Sidang yang digelar diruang Cakra tersebut dipimpin Hakim Ketua Cokorda Gede, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Wachid menghadirkan lima orang yakni 1. Petugas ukur BPN Sidoarjo Susianto, 2. Sekdes Abdul Manaf, 3. Sutrisno, 4. Hadi dan 5. Digdo mantan Sekdes.

 

Saksi dari BPN Sidoarjo Susianto mendapat teguran keras dari Hakim Anggota Jhon Dhista, karena berbelit belit dalam memberikan kesaksian. Susianto mengaku awalnya tidak mau melakukan pengukuran tapi akhirnya mengerjakan pengukuran lahan Hj. Kartini secara illegal menggunakan alat ukur dari kantor BPN Sidoarjo.

ads bukopin

“Sudahlah tidak usa disebutkan lagi tidak mau, faktanya Bapak (dibaca : Susianto) sudah melaksanakan pengukuran menggunakan alat dari kantor dan perbuatan itu yang merugikan negara,” ujarnya.

Pesan Jhon Dhista, ke Susianto perbuatan penyalagunaan wewenang yang merugikan Negara, harap disampaikan ke teman-temanya di BPN agar tidak lagi melakukan kegiatan yang juga merugikan masyarakat. Karena pengukuran yang dilakukan secara tidak formal dijadikan dasar untuk mengajukan permohonan yang seharusnya resmi namun  saat itu tidak resmi dilakukan pengukuran.

“dalam teorinya BPN pernah bilang pengurusan tidak ada bayar, perakteknya kita lihat dalam persidangan kali ini ada perputaran uang yang diterima petugas ukur,” lanjut Jhon Dhista.

 

Diakhir kesaksian Susianto mengatakan dirinya mendapatkan  uang dari Ajib (infornya petugas BPN dari Pasuruan) sebesar Rp 6 Juta rupiah untuk melakukan pengukuran tanah Hj. Kartini seluas kurang lebih 10 Hektar.

Sementara itu Terdakwa Kades Nur Aini ketika diberi hak bertaya dalam persidangan, mengungkapkan fakta baru jika sebenarnya dirinya sudah berupaya mengembalikan uang pungli Rp 30 juta rupiah ke Hj. Kartini dan uang itu yang membawa Abdul Manaf namun ditolak oleh Hj. Kartini. Karena ditolak lalu oleh Abdul Manaf dikembalikan ke Kades.

Terdakwa Nur Aini mengatakan yang mengurus peta bidang atau sertifikat Hj Kartini adalah Ajib namun sayangnya Ajib sudah meninggal. Dan Nur Aini mengaku tidak memaksa serta bisa menjanjikan pengurusan sertifikat Hj. Kartini.

Secara terpisah, Kasubag Tata Usaha BPN Kabupaten Sidoarjo, Arka Wiratmanta mengaku mengenal dengan Susianto yang kini statusnya sekarang sudah pensiun.

“Memang kemarin ada pemanggilan sebagai saksi atas nama Pak Sus. Namun detailnya saya tidak hafal Pak Sus pensiun apa sudah pindah. Dulu memang benar Pak Sus pernah bekerja di BPN Sidoarjo,” pungkas Arka. (win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.