Cakrawala News
Portal Berita Online

Sakit Hati, Janda Kaya Dibunuh dan Dibuang di Sungai

137

NGAWI JATIM, CAKRAWALA.CO-Akhirnya terungkap, 2 pelaku pembunuhan terhadap perempuan yang diketahui berprofesi sebagai renternir dan mayatnya dibuang di Kali Uwo, Balerejo, Kabupaten Madiun, 22/12/2017 lalu berhasil ditangkap Tim Buser Polres Ngawi Jawa Timur. Dari pemeriksaan awal polisi, salah satu pelaku yang tak lain perempuan sebagai nasabah korban mengaku dirinya sakit hati lantaran sering di maki-maki oleh korban karena uang setoran atau cicilan pinjamannya menunggak.

Hampir satu pekan setelah kejadian penemuan mayat perempuan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut yang dilakban, di Kali Uwo Balerejo Madiun, Jajaran Polres Madiun melakukan penyelidikan identitas korban. Dan dari hasil identifikasi terungkap, korban adalah Sulasi (53) warga Ngale Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi yang diduga kuat adalah korban pembunuhan.

Selanjutnya jajaran Satreskrim Polres Madiun berkoordinasi dengan Jajaran Polres Ngawi guna mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Hasilnya Tim Buser Satreskrim Polres Ngawi berhasil menangkap 2 pelaku, yakni Bima Ramadhani (20) di wilayah Ngawi sedangkan Niharul Imah alias Soimah (28), ditangkap dalam pelariannya di wilayah Bekasi Rabu (27/12/2017). Kedua pelaku ini merupakan warga Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang tidak lain adalah nasabah korban sendiri.

Selain berhasil membekuk kedua pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya lakban, tali dan kain yang digunakan pelaku membunuh korban. Serta sejumlah uang tunai dan satu unit mobil rental Toyota Avansa AE 1052 K yang digunakan pelaku membuang mayat korban ke Madiun.

Dari pengakuan pelaku, nekat menghabisi korban karena merasa sakit hati sering dimarahi korban lantaran setoran atau cicilan pinjamannya menunggak.

“Saya punya hutang tujuh juta tapi sudah saya bayar empat juta, saya minta waktu untuk dicicil tapi bu lasi gak mau tahu dan terus memaki-maki saya. Dan mas bima disuruh bertanggung jawab juga karena akan dilaporkan ke kantor polisi,”kata Niharul Imah alias Soimah kepada wartawan di Mapolres Ngawi.

Sebelumnya pelaku pinjam uang kepada korban sebesar Rp 7 Juta dan baru bisa dibayar Rp 4 Juta dan sisanya masih dijanjikan namun akhirnya diketahui sering menunggak.

Karena kerap dimarahi korban dan merasa sakit hati timbul niat jahat pelaku terhadap korban hingga 2 kali mencoba membunuh dengan cara memberi racun tikus ke makanan dan minuman korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil, dan akhirnya pada hari rabu siang (20/12/2017) pelaku dengan dibantu temannya Bima datang ke rumah korban dan mengeksekusinya. Dengan cara korban disekap mulutnya dengan kain lalu dicekik dan dipatahkan lehernya. Setelah mengetahui korban sudah tak bernyawa, mayatnya diangkut ke dalam mobil dan dibuang di wilayah Madiun.

“Korban dieksekusi di rumah korban, pelaku sudah merencanakan dengan menyewa mobil di rental, sebelum melakukan aksinya. Sedangkan peran masing-masing yang mengeksekusi dia, (tsk cewek) yang tersangka laki2 membantu. Namun demikian kita akan melakukan pendalaman untuk menguatkan peran mereka masing2. Latar belakang karena sakit hati dan dendam,”kata AKBP Pranatal Hutajulu, Kapolres Ngawi dalam Press Release di Mapolres Ngawi, Kamis (28/12/2017).

“Sedangkan penyebab kematiannya, korban dicekik lehernya dan di patahkan lehernya serta di lakban. Bahkan upaya pembunuhan ini sebelumnya sudah pernah dengan cara diracun 2 kali tapi tidak berhasil. Dan hubungan pelaku dengan korban mereka meminjam uang atau nasabah,”imbuh Pranatal kepada wartawan.

Sementara selain menghabisi nyawa korban, kedua pelaku juga mengambil barang berharga milik korban, diantaranya gelang, kalung dan cincin yang melekat ditubuh korban. Dan barang tersebut dijual, sebagian uangnya oleh Niharul Imah untuk pelariannya ke Bekasi. Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan berencana tersebut. Dan kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Sub Pasal 351 KUHP Junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun. (Wawan/Zen)

Comments are closed.