Cakrawala News
Portal Berita Online

Rumah Tahfidz Pondok Qur’ani Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh Penghafal Quran

0

Kulon Progo, Cakrawala.co,- Jumlah penghafal Al Quran di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, mencapai 30.000 orang.

Angka ini mengalahkan Arab Saudi yang bahkan hanya memiliki sebanyak 6.000 penghafal Al Quran saja.

Namun jumlah 30 ribu orang masih terbilang sedikit, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 234 juta orang.

Melihat hal ini Rumah Tahfidz Permata Qur’ani mencetuskan program ‘Yuks Jadi Orang Tua Asuh’ untuk mengajak masyarakat ikut menjadi orang tua bagi para penghafal Quran.

Melalui program ini Rumah Tahfidz Pondok Qur’ani ingin mengajak 1000 orang turut berdonasi kepada 24 santri penghafal Quran di Rumah Tahfidz Pondok Qur’ani.

Besaran donasi pun disesuaikan dengan kemampuan, besarannya mulai dari Rp500 ribu, Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Masyarakat yang berniat untuk melakukan donasi, infaq atau sodaqoh bisa melakukan transfer ke nomor rekening BSI 7134944565 atau BRI 015201001461565.

Atau bisa mendatangi langsung sekretariat Rumah Tahfidz Permata Qur’ani yang berlokasi di Dukuh Kranggan Kulon, Kranggan, Galur, Kulon Progo atau Pringinan, Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo.

Rumah Tahfidz Qur’ani merupakan rumah bagi penghafal Quran yang berlokasi di Pringinan, Tirtotahayu, Galur, Kulon Progo, D.I Yogyakarta dan berada di bawah Yayasan Khidmatul Umat Yogyakrta yang beralamat di Kranggan Kulon, Galur, Kulon Progo, D.I Yogyakarta.

Rumah Tahfidz Permata Qur’ani merupakan Rumah Tahfidz baru yang akan didirikan di wilayah Kecamatan Galur, Kulon Progo dan merupakan kerjasama antara Yayasan Kendaga Insan Mulia yang beralamat di Komplek Permata Cimahi Jl. Giok Blok Q5 No.2 Tanimulya, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Yayasan Kendaga Insan Mulia sendiri telah memiliki Rumah Tahfidz dan sudah berjalan selama 3 tahun dan memiliki kurang lebih 26 santri tiap tahunnya.

Rumah Tahfidz Permata Qur’ani memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat kembali pada Al Quran dan As Sunnah dimulai dari kecintaan membaca dan menghafal Al Quran.

“Rumah tahfidz ini didirikan dengan semangat, untuk ikut menambah jumlah penghafal al-qur’an di Indonesia. Dan semangat keduanya, mengajak semua komponen masyarakat untuk berinvestasi akhirat, melalui gerakan menjadi orang tua asuh penghafal al-quran,” kata Ustadz Nur Sasmito, Direktur Yayasan Khidmatul Umat Yogyakarta, ketika ditemui Cakrawala Jogja. (gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.