Cakrawala News
Portal Berita Online

RS Siti Khodijah Bantah Adanya Penelantaran Pasien

24

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Pihak rumah sakit Siti Khodijah, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengangap berita tentang penelantaran pasien hingga videonya tersebar jadi viral adalah kabar hoax.

Menurut Advocate Corporate Lawyer RS Muhammadiyah Aisiyah Se Jawa Timur. Bahwa berita tersebut upaya sistematis, massif dan terstuktur untuk mencemarkan nama baik rumah sakit dan dokter.

Advocate Corporate Lawyer RS Siti Khotidjah, Masbuhin bahwa pasien yang bernama Supariyah (67) warga Jalan Suningrat 19 Kelurahan Ketegan Rt 9, Rw 2,Taman Sidoarjo ini masuk di ruang IGD pukul 04.54. Pasien ini mengalami keluan pusing, mual, nyeri perut, dan tidak mau makan.

ads bukopin

“Setelah dilakukan tindakan dan terapi oleh dokter dan pasien dinyatakan untuk di perbolehkan pulang,” kata Masbuhin kepada wartawan di RS Siti Khotidjah, Selasa, (30/1/2018).

Masbuhin menambahkan kemudian pasien mendatangi rumah sakit lagi sekitar pukul 12.47, dengan keluhan pasien mengalami kondisi lemas, nyeri kepala, dan muntah. Atas keluhan pasien tersebut, pasien menjalani berbagai serangkaian perawatan dan tindakan medis dari Dokter Rumah sakit,

“Sejak pasien masuk ke IGD yang kedua ini, yaitu sekitar pukul 12.47 pada tanggal 20 Desember 2017 sampai dengan tanggal 21 Desember 2017, pukul 22.40. Kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter sekitar pukul 23.00 WIB, akibat cardiac arrest (serangan jantung),” terang Masbuhin.

Masih kata Masbuhin, pada jam 22.00 WIB, perawat membangunkan pasien yang sedang tidur untuk tujuan diberikan injeksi obat Vomceran dan OMZ, dimana sebelum injeksi dilakukan Perawat terlebih dahulu melakukan pemeriksaan nadi, pasien, pernafasan pasien dan lain-lain. Dan saat itu kondisi pasien normal karena nafas teratur dan denyut nadi kuat.

Pada pukul 22.20 WIB, dokter Hamdan melakukan Visite dan pemeriksaan pasien setelah injeksi yang dilakukan oleh Perawat tersebut, dalam pemeriksaan diketahui nadi pasien 74 X/menlt, Sl S2 tunggal Rh,Wh dan CVA infark, bahkan saat pemeriksaan yang dilakukan dokter Hamdan terhadap pasein tersebut, pasien masih hidup dan keluarga mengetahui hal itu.

“Pada jam 22.35 WIB, Dokter Hamdan meninggalkan pasien untuk melakukan visit: ke pasien lainnya dan kembali ke ruang perawat sekitar jam 22.45 WIB,” tambah Masbuhin.

Lebih lanjut Masbuhin mengatakan,  pada pukul 22.45 keluarga pasien menghubungi Perawat untuk dilakukan pemeriksaan, dan perawat kemudian kembali ke kamar pasien untuk melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ini, Sp02 tidak muncul, tensi tidak terukur, nadi tidak teraba, lalu perawat melaporkan ke dokter Hamdan yang langsung saat itu dokter Hamdan memeriksa pasien dan melakukan pijat jantung.

“Akan tetapi tidak menyelamatkan jiwa pasien, dan pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar jam 23.00 akibat Cardiac arrest (serangan jantung), ” katanya.

Masbukin menjelaskan,  berita dan video yang sedang viral di media sosial dan media masa adalah hoax.  Selanjutnya kami akan meneliti segala modus dan tujuan penyebaran,  dilakukan secara sistenatis,  masif dan terstruktur oleh seseorang DH (41). Dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik Rumah Sakit dan Dokter Hamdan.

“Kami menunggu sampai 14 hari untuk DH,  meminta maaf secara baik-baik ke RS Siti Khotidjah. Namun bila tidak ada etika baik,  akan kami tuntut dengan pidana hukum  pencemaran nama baik dengan pasal 27 ayat (3) UU ITE,” jelasnya.  (rizal)

 

Comments are closed.