Cakrawala News
Portal Berita Online

RS Pendidikan Unair Kembangkan Poli Tradisional Pertama di Indonesia

SURABAYA, CAKRAWALA.CO-Kementrian Kesehatan mendukung Rumah Sakit Pendidikan Univeristas Airlangga untuk mengembangkan pelayanan kesehatan metode tradisonal Indonesia. langkah ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif masyarakat dalam metode pengobatan Medis di Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Layanan tersebut dikemas dalam tiga layanan baru, yaitu Airlangga Aesthetic Center, Poliklinik Layanan Tradisional dan Komplementer, dan Integrated Digital Design Center For Medical Unair Hospital – ITS, yang telah diresmikan oleh Dirjen Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo.

Beberapa layanan medis pengobatan tradisional seperti akupuntur, bekam, pijat relaksasi hingga jamu dan obat obatan tradisional dapat ditemui di poli pengobatan tradisional atau Batra RS Pendidikan Universitas Airlangga Surabaya.

Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Dr. Bambang Wibowo menjelaskan, sebagai Rumah Sakit Pendidikan baru RS Unair yang mengintegrasikan layanan konvensional dengan tradisional. Sebelumnya, sejumlah rumah sakit yang menyediakan layanan ini belum berstatus rumah sakit pendidikan.

“Kami tentu sangat mengapresiasi layanan yang baru pertama kali dimiliki oleh rumah sakit pendidikan di Indonesia. Layanan yang dikembangkan oleh RS Unair ini juga bisa menjadi contoh bagi rumah sakit pendidikan lainnya yang ada di Indonesia.” Jelas Bambang Wibowo.

Selain diharapkan dapat menjadi alternatif metode pengobatan bagi masyarakat, poli batra ini juga menjadi wadah riset inovasi dan publikasi mahasiswa fakultas vokasi unair yang terintegrasi dengan beberapa fakultas lainnya, seperti kedokteran hingga sains dan teknologi.

Kendati mendukung pengembangan pengobatan tradisional, namun kemenkes belum dapat memastikan layanan tersebut dapat masuk dalam tanggungan kesehatan BPJS, di masyarakat. Sementara itu, Dirut RS Pendirikan Unair, Prof Dr. Nasronudin Mengatakan pihaknya telah diberikan keleluasaan dalam berkembang oleh universitas. Sehingga tidak hanya bergantung dengan pendanaan dari BPJS saja.

“Tenaga di RS Unair ini ya dari universitas, nantinya akan ada riset yang mendukung perbaikan layanan dan kebijakan baru.” Kata Prof Nasronudin. Sehingga akan ada sinergi antara akademisi, pebisnis, pemerintah serta masyarakat. Jadi masyarakat diajak berkomunikasi yang dibutuhkan apa sehingga bisa dikembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat. (gibran/win)

%d bloggers like this: