Cakrawala News
Portal Berita Online

RS Darurat Covid-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo

0 176

 

Solo Cakrawala.Co,-Logistik pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 yang dikirimkan dari Jakarta Jumat (22/01/21). Tiba di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah. Rumah sakit lapangan untuk penanganan Covid-19 yang diinisiasi TNI AD tersebut,hari ini mulai dibangun.

 

 

 

Sebelum proses pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di beteng vastenburg,Solo.terlebih dahulu dilaksanakan gelar dengan diikuti,relawan,KNPI dan Menwa.yang akan membantu pembangunan rumah sakit semi permanen dengan tenda tersebut.

 

Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar.Mengungkapkan,“Logistik untuk pembangunan rumah sakit telah tiba hari ini. Dan hari ini juga akan dilaksanakan gelar, kita dibantu oleh relawan, KNPI dan Menwa. Sinergitas ini menunjukkan sedemikian besar antusias masyarakat Surakarta dalam menyambut bantuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk mendirikan rumah sakit lapangan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan angka Covid-19 di Kota Solo,” ungkapnya.

 

Rano menjelaskan, proses gelar atau pembangunan infrastruktur rumah sakit lapangan ini akan memakan waktu sekitar 7 hari. Namun untuk kesiapan operasional tenaga medis, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan komandan rumah sakit lapangan.

 

“Rumah sakit ini harus steril, sehingga untuk bisa mensterilkan setelah bongkar muat, kemudian gelar ini butuh waktu lagi. Saya rasa tidak lama, tidak selama dilaksanakannya kelar,” terangnya.

 

Untuk operasional, pihaknya belum bisa memastikan kapan dapat dilakukan. Namun diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk gelar dan ditambah persiapan-persiapan operasional yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

 

Rano mengatakan, kedatangan logistik rumah sakit tiba di Vastenburg mulai sekitar pukul 21.00 WIB. Ada Trailer 5, 1 unit mobil laboratorium, 2 unit ambulans 9 truk pengangkut tenda, 1 unit mobil tangki air, 1 truk kamar mandi dan sejumlah kantainer.

“Ini kan rumah sakit yang mobile, semi permanen. Jadi kalau seandainya rumah sakit permanen sudah mampu menampung keterinfeksian masyarakat, akan kita lakukan evaluasi lagi keberadaan rumah sakit yang portabel ini,” katanya.

 

Rano berharap rumah sakit lapangan tersebut juga dianggap sebagai bagian daripada upaya-upaya pemerintah daerah. Sehingga keberadaan rumah sakit tersebut harus terkoneksi dan tersinergi.

“Rumah sakit ini bukan hanya milik TNI AD saja, tapi harus diintegrasikan Dengan kegiatan kegiatan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.