Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Ringankan Beban Warga Terdampak Pandemi, Pemkot Madiun Kembali Salurkan Bantuan 35 Ton Beras

0 404

Madiun, Cakrawala.co – Bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi dan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus digelontorkan oleh pemerintah pusat. Setelah beberapa waktu lalu melalui  Perum Bulog, bantuan sebanyak 139 ton beras selesai terdistpribusi, kini turun lagi sebanyak 35 ton beras untuk warga Kota Madiun.

Bantuan dilepas oleh Wali Kota Madiun, Maidi, di halaman Balai Kota Madiun, Jumat (6/8/2021) pagi. Bantuan non program keluarga harapan (PKH) ini sedianya bakal didistribusikan kepada warga yang belum mendapat bantuan sebelumnya. Wali Kota memastikan, hari ini seluruh bantuan akan sampai kepada warga yang berhak menerima.

“Jadi hari ini kita dropping beras non PKH dari pemerintah pusat. Kalau yang kemarin sudah 139 ton, kali ini kita bersama Perum Bulog kembali mendistribusikan 35 ton beras, untuk warga yang kemarin belum menerima bagian. Dan kita jadwalkan hari ini juga selesai diterimakan kepada masyarakat,” kata Wali Kota.

Maidi mengatakan, jika masih ditemukan atau ada warga yang merasa belum mendapatkan bantuan, disilahkan untul melapor kepad ketua RT atau lurah setempat. Selanjutnya dapat didata untuk dapat menerima bantuan selanjutnya. Namun dirinya mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar, sebab menurutnya bantuan akan terus digulirkan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Maidi juga menjamin kualitas beras yang diberikan dalam kondisi baik.

“Di situasi seperti saat ini masyarakat kita imbau untuk tetap tenang dan bersabar, karena bantuan ini akan terus kita salurkan. Bagi warga yang merasa belum dapat bantuan, lapor ke Ketua RT atau Pak Lurah, nanti akan kita tindaklanjuti. Intinya masyarakat tidak usah mengeluh, tenang dan sabar dulu, jangan khawatir karena semua logistik tersedia lengkap,” ujar Maidi.

Orang nomor satu di Kota Pendekar ini menyebut, termasuk bantuan untuk pedagang kali lima (PKL) dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hari ini juga telah dilakukan validasi data. Menurutnya, dari semula berjumlah tujuh ribu, maka serelah dilakukan pendataan ulang, masih asa sekitar lima ribu lagi. Validasi ini penting, agar tidak terjadi tumpang tindih. Maidi mengupayakan dalam waktu satu minggu kedepan semua prosesnya bakal selesai.

“Mohon waktu, saya akan selesaikan satu persatu terlebih dahulu, agar tidak terjadi tumpang tindih. Masyarakat jangan mengeluh dan tetap tenang. Jadi nanti akan kita terimakan tunai melalui kantor pos, datanya by name bu address,” tegasnya.

Maidi berpesan satu hal kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama pemakaian masker. Artinya, mematuhi protokol kesehatan bukan karena sekedar mematuhi perintah saja, atau karena takut di razia tim Satgas Covid-19. Namun, hendaknya ini dijadikan kebutuhan kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Ditegaskan mantan sekda Kota Madiun ini karena meski di tengah pandemi, pembangunan dan perekonomian harus tetap berjalan.

“Saya pesan satu hal kepada masyarakat, untuk tetap disiplin protokol kesehatan, terutama masker jangan dilepas. Jangan hanya pakai masker karena takut sama TNI-Polri atau tim satgas saja, tapi jadikan disiplin protokol kesehatan sebagai kebutuhan. Covid memang masih tetap ada dan entah kapan selesainya, yang penting kita patuhi apa yang menjadi peraturan pemerintah dan aktifitas jalan terus,” tegas Maidi.

Sebagai informasi, saat ini Kota Madiun menyandang status zona orange dalam peta sebaran Covid-19. Dengan upaya maksimal dari semua unsur dan lapisan masyarakat dalam menangani wabah ini Wali Kota Madiun, Maidi berharap, status zona peta sebaran Covid-19 segera berubah lebih baik. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.