Cakrawala News
Portal Berita Online

Ribuan Barang Bukti Bernilai Ratusan Juta Dimusnahkan Kejaksaan Negeri Tulungagung

0

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Ribuan barang bukti bernilai ratusan juta rupiah dari hasil sitaan tindak pidana umum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dimusnahkan Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rabu (1/12/2021).

Kajari Tulungagung Mujiharto, SH,MH bersama Kepala BNNK Tulungagung AKBP Sudirman, SH, MH, Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung Iptu Didik Riyanto, SH, MH serta Pejabat Kejari Kabupaten Tulungagung hadir untuk menyaksikan dan ikut memusnahkan barang bukti antara lain pil dobel L sebanyak 24.987 butir dari 50 perkara, narkotika jenis sabu sebanyak 145.246 gram dari 67 perkara, pil dextro 80 butir, pil Alprazolam 263 butir dan 7 buah senjata tajam.

Sedangkan barang bukti minuman beralkohol yang dimusnahkan yakni ciu 140 botol kemasan 1.500 ml, ciu 2 jerigen kapasitas 30 liter, arak bali 357 botol dan 178 botol minuman aneka merk (anggur merah, vodka, bir bintang, iceland).

Selain itu ada juga jenis obat-obatan diantaranya pil lexotan 87 buah, pil asam urat 453 buah, pil kecetit 57 buah, pil sakit gigi, 5 bungkus, pil sakit gusi 2 bungkus, ponstan 47 buah, pil clonazepam 20 buah, pil sehat 5 buah, HP 32 buah dan lain-lain 770 item (baju, kayu, tas, plastik, tatakan kayu, kertas, pipet, bong, selotif, bolpoint, uang palsu) turut dimusnahkan juga.

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Mujiarto mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut adalah hasil sita tindak pidana umum Tahun 2021, perkara yang paling banyak adalah narkoba.

“Barang bukti yang kita musnahkan adalah barang bukti yang perkaranya sudah inkracht. Ini kita lakukan karena, pertama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anggota Kejaksaan dan yang kedua terkait kapasitas tempat penyimpanan barang bukti, yang artinya kalau tidak segera dilakukan pemusnahan tempat penyimpanan barang bukti Kejaksaan akan penuh,” terang Kajari Tulungagung Mujiharto.

“Jika dikalkulasikan, barang bukti yang dimusnahkan mencapai ratusan juta rupiah atau sekitar 400-500 juta,” lanjutnya.

Mujiharto menambahkan, untuk tahun ini tidak ada pelelangan barang bukti akan tetapi pelelangan akan ada tahun depan yaitu berupa sepeda motor.

“Terkait upaya memberantas peredaran Narkoba di Tulungagung, kami terus melakukan koordinasi dengan BNNK dan Sat Resnarkoba Polres Tulungagung. Kami akan menggalakkan sosialisasi di semua elemen tingkat masyarakat,” ungkapnya.

Kajari menambahkan, Tahun 2021 ada aturan mengenai restoratif justice yang intinya mengatur kegiatan perkara narkoba bukan harus selesai di pengadilan, tapi bisa diselesaikan di luar pengadilan dengan catatan harus bekerjasama dengan Sat Resnarkoba, BNNK, Kejaksaan dan Pengadilan.

“Jadi tanpa ada sidang pengadilan, perkara ini bisa diselesaikan. Hal Ini untuk mengurangi beban penghuni di rutan. Dengan adanya aturan yang baru, kita diperbolehkan penyelesaian narkoba, termasuk rehabilitasi. Bagi pengguna, nanti dilihat dulu betul-betul karena pengaruh atau ada niatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung Iptu Didik Riyanto, SH, MH dalam kesempatan ini juga menyampaikan, jaringan pelaku peredaran narkoba punya berbagai teknik dalam melancarkan aksinya, diantaranya adalah sistem ranjau, sistem langsung (antara pemakai dan pengedar langsung bersentuhan) dan memakai sistem yang baru yaitu sistem pengendalian dari dalam Lapas.

“Dari berbagai modus pelaku, banyak diantaranya yang menggunakan sistem ranjau dan dikendalikan oleh pelaku yang rata-rata adalah napi narkotika yang mengendalikan dari dalam lapas, seperti Lapas madiun dan Lapas madura,” kata Didik.

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba mengatakan, Ketika melakukan penangkapan, pihak kepolisian selalu mengembangkan ke atas dan ke bawah, namun pengembangan ke atas kebanyakan selalu mendapat hambatan karena jaringan yang di atas ini sama sekali tidak bersentuhan dengan barang bukti yang artinya hanya sebatas mengendalikan lewat semacam alat komunikasi.

“Ketika kita berusaha mencari nomer simcard, ketika kita profiling, itu ternyata fiktif, artinya data-data tidak pada sebenarnya sehingga kami mengalami kendala,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Didik mengaku akan terus berupaya mencari cara untuk menghentikan peredaran narkoba di Kabupaten Tulungagung. Termasuk salah satunya adalah program membuat kampung tangguh bebas narkoba.

“Kampung tangguh Bersinar Di Tulungagung sementara ini masih ada di satu Desa yaitu Desa Gesikan Kecamatan Pakel. Nantinya akan kita upayakan setiap Kecamatan ada kampung tangguh, kemudian pengembangan nantinya hampir setiap desa kita jadikan kampung tangguh. Itu tujuan kami supaya peredaran narkoba khususnya di Tulungagung bisa terhambat,” ucapnya.

Berdasarkan data pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Sat Resnarkoba, Iptu Didik mengatakan dalam satu bulannya menangkap perkara jenis narkotika rata-rata 7 sampai 8 LP, untuk miras rata-rata 4 sampai 5 LP dan untuk obat keras rata-rata 2 sampai 3 LP. (HUM RESTU/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.