Cakrawala News
Portal Berita Online

Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polres Tulungagung Geledah Satu Tempat Kos

0

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Maraknya pengaduan adanya perbuatan asusila di tempat kos di Kabupaten Tulungagung secara tidak langsung membuat resah masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki putra putri yang masa depannya masih panjang dimana hal itu bisa merusak impian anaknya bilamana mereka turut serta sebagai pelaku maupun korban prostitusi.

Sabtu (11/12/21) siang, Polres Tulungagung menerima laporan masyarakat adanya dugaan di salah satu tempat Kos di wilayah Kelurahan Bago, Kecamatan Kabupaten Tulungagung sebagai tempat berbuat asusila.

Mendapat laporan tersebut, Ipda Awalu B.A.S., ST selaku Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Tulungagung yang saat itu piket Padal (Perwira Pengendali) bersama anggota Piket Fungsi langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Setelah petugas melakukan pengecekan dan penggeledahan di lokasi yakni tempat Kos masuk Kelurahan Bago milik NK (41) alamat Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu Tulungagung, didapati pasangan muda-mudi yang berada di dalam satu kamar kos. Bahkan ada juga di kamar kos yang lain terdapat beberapa botol miras, baik bekas maupun botol yang masih berisi dan diduga sering digunakan pesta miras.

Usai dilakukan penggeledahan, petugas membawa pasangan muda-mudi yang kos ditempat tersebut beserta pemiliknya ke Polres Tulungagung untuk dilakukan interogasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Cristian Kosasih, SIK melalui Kanit PPA Iptu Retno Pujiarsih., SH membenarkan adanya penggrebekan terhadap tempat kos tersebut. “Sungguh riskan, dari 6 muda-mudi itu, terdapat 1 pemudi yang masih pelajar di salah satu SMA di Kabupaten Tulungagung,” ujar Kanit PPA.

Selanjutnya terhadap mereka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas UPPA Sat Reskrim Polres Tulungagung dimana diketahui 1 pemuda yang berinisial FK (26) alamat sesuai KTP Kelurahan Tamanan, Tulungagung yang diduga pelaku penipuan dan penggelapan HP di 2 TKP yang sudah Viral di medsos (FB).

Sementara itu dihubungi terpisah, Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nenny Sasongko SH mengatakan, terkait kejadian yang ditangani unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya pemilik usaha tempat kos bahwa tidak dibenarkan kos-kosan sebagai tempat prostitusi. Kepada muda-mudi juga tidak boleh berada di dalam kamar kos berdua apalagi bukan pasangan suami istri yang sah.

“Pemilik kos yang sengaja atau karena kelalaiannya menyediakan tempat untuk perbuatan asusila akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 4 bulan,” katanya.

“Sedangkan pelanggan atau orang yang menggunakan jasa pelayanan penjaja seks, bisa dikenakan pasal 284 KUHP tentang perzinahan, dengan sanksi berupa hukuman pidana paling lama 9 bulan penjara,” pungkas Iptu Nenny. (NN95 – HUM RESTU/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.