Cakrawala News
Portal Berita Online

Resmi Status Tersangka Mantan Kades Kemantren, Tulangan Korupsi Dana Desa

0 913

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO  – Kasus korupsi penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2018 – 2019 yang ‘menyeret’ mantan Kepala Desa (Kades) Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Memasuki babak final, dengan penetapan tersangka.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Idham Kholid saat dikonfirmasi membenarkan Bambang Sugeng (BS) statusnya kini sudah tersangka. “Sudah Mas,”  Ujarnya singkat saat ditanya via WhatsApp, Kamis 3 September 2020.

Sementara itu Kajari Sidoarjo, Setiawan Budi Cahyono, menambahkan bahwa mantan Kades Kemantren, BS, kini pihak penyidik Kejaksaan tengah berupaya melakukan pemanggilan dan mencari BS.

ads bukopin
Bambang Sugeng, saat memimpin suatu kegiatan di desa.

“Lagi dipanggil orangnya dan dicari, dan minggu depan masih akan dipanggil untuk yang ketiga kalinya,” tegas Kajari Sidoarjo.

Pemeriksaan kasus korupsi Dana Desa yang diduga merugikan negara hingga Rp 523 Juta Rupiah, terungkap setelah ditemukan ada beberapa pekerjaan yang anggaranya sudah terserap namun pekerjaan fisik, nihil kenyataanya.

Bahkan pihak inspektorat sudah melakukan pemeriksaan dan pembinaan atas temuan awal dugaan korupsi laporan tahunan, namun karena tidak ada itikat baik mengembalikan dana negara.

Inspektorat berupaya melakukan pembinaan, namun karena tidak ada upaya kooperatif dari mantan Kades, sehingga kasus korupsi tersebut ditangani pihak penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Berikut ini temuan data korupsi yang dilakukan BS, pekerjaan di tahun 2018.

  1. Pembangunan plengsengan batas jalan Kedung Jalin, senilai Rp 50.236.000
  2. Pendirian dan pengesahan BUMDES senilai Rp 8.718.200

Total kerugian negara di tahun 2018, sebanyak Rp 58.954.200

Sementara itu pekerjaan fisik dan non fisik tahun 2019, priode bulan Januari-Agustus, tercatan ada banyak yang belum dikerjakan.

  1. Paving RT 05-RW 01, TIDAK dikerjakan
  2. Paving RT 06-07, RW 01, TIDAK dikerjakan
  3. Paving RT 03-RW 02, dan RT 09-RW 01, TIDAK dikerjakan
  4. Pengurukan batas TKD, dikerjakan 30%
  5. Penambahan tepi balai desa, Tidak dikerjakan
  6. Pembangunan TPST 2, dikerjakan 25%
  7. Pembangunan pos paspamdes, TIDAK dikerjakan
  8. Pembangunan garasi mobil desa, TIDAK dikerjakan
  9. Rehap ruang pelayanan, TIDAK dikerjakan
  10. Pengadaan sound system, TIDAK dikerjakan
  11. Pengadaan computer All In One, Tidak dikerjakan
  12. Pengadaan server, TIDAK dikerjakan

Total kerugian negara pada tahun 2019, sebesar Rp 464.208.594.

Dengan ditetapkanya tersangka Kades yang menjabat sudah dua kali priode, tahun 2007-2013, 2013-2019. Menepis rumor yang selama ini beredar jika ada pihak-pihak lain yang terlibat, saat ini tidak terbukti karena detik ini baru hanya Kades BS yang ditetapkan tersangka tunggal. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.