Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Replika Grand Mosque Abu Dhabi Hadiah Putra Mahkota UEA Mulai Dibangun di Solo

0 150

 

Solo Cakrawala.Co,-Masjid Raya Sheikh Zayed Solo hadiah yang merupakan hadiah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan kepada Presiden Joko Widodo resmi dibangun di Solo, Jawa Tengah. Sabtu(06/03/2021).Diharapkan dengan dibangunya masjid replika Grand Mosque Sheikh Zayed di Abu Dhabi itu dapat menjadi tujuan wisata religi di Solo.

 

 

Prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang berlokasi di Gilingan, Banjarsari, Solo, tersebut  dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan dari UEA diwakili Menteri Energi dan Industri, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

 

Acara diawalai dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan sambutan dari Walikota Solo Gibran Rakabuming, Menteri Yaqut dan Menteri Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei. Mereka lalu bersama-sama menuangkan pasir yang sudah dicampur semen dengan skop ke dalam lubang tanah.

 

Dalam sambutannya,Gibran Rakabuming Raka mewakili masyarakat Kota Solo mengucapkan rasa terima kasih Kepada UEA dalam hal ini Pangeran Abu Dhabi, Syaikh Muhammad Bin Zayed An Nahyan dan Putra mahkota Persatuan Emirat Arab. “Pembangunan masjid ini dapat semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Kota Solo. Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih,” ungkap Gibran.

 

Menteri Agama Yaqut Colil Qoumas,dalam sambutanya menjelaskan, bahwa masjid akan didedikasikan kepada seluruh umat islam yang dikelola oleh Pemerintah Indonesia.

“Hal ini sekaligus monumen persahabatan kedua negara, Indonesia dan UEA, serta menjadi mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Ini juga penting dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Suhail mengapresiasi pemberian nama Sheikh Zayed. Selain nama ayah dari putra mahkota Sheikh Mohamed, Sheikh Zayed adalah pendiri UEA.

“Dinamakan dengan nama yang sangat berharga sekali, yaitu orang tua dan pendiri dari negara Uni Emirat Arab. Beliau itu adalah model atau simbol bagi kami dalam menumbuhkan toleransi kehidupan keagamaan,” kata Suhail.

 

Suhail juga menyebut bahwa desain masjid akan dibuat semirip mungkin dengan Grand Mosque Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi. Dia berharap, masjid bisa menjadi tempat ibadah sekaligus objek wisata religi.

 

“Bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi destinasi wisata. Saya berharap semoga masjid yang dibangun di sini itu bukan hanya mencerminkan ketinggian dari arsitektur bangunan tetapi juga bisa menjadi sumber devisa,” pungkas Suhail.

 

 

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo yang dibangun diatas tanah seluas 3 hektar tersebut, direncanakan mampu menampung hingga sekitar 10.000 jamaah.

Pembangunannya sendiri diperkirakan memakan waktu selama 1,5 tahun sehingga ditargetkan masjid megah ini siap digunakan pada akhir 2022 mendatang.

 

Anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo akan dilengkapi dengan Islamic Center tersebut mencapai USD 20 juta atau hampir Rp300 miliar (Kemenag mengubah data sebelumnya yakni Rp 5,7 triliun menjadi sekitar Rp 300 miliar, red) yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.