Cakrawala News
Portal Berita Online

Rektor UMS Siap Menangung Biaya Pengobatan Mahasiswa Yang Terlukan Saat Unjuk Rasa

0 44

 

SUKOHARJO CAKRAWALA.CO,-Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif, akan menanggung biaya pengobatan para mahasiswa yang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Kartasura, Sukoharjo.Usai berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di bundaran Tugu Kartasura, Kamis (08/10/20).

 

 

 

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif,saat menjenguk mahasiswa yang terluka dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di bundaran Tugu Kartasura, Kamis (08/10/20).

ads bukopin

Dimana pada saat aksi unjuk rasa tersebut,terjadi bentrokan antara polisi dengan pengunjuk rasa yang sebagian besar adalah para mahasiswa. Insiden tersebut mengakibatkan peserta aksi terluka dan sebagian dilarikan ke rumah sakit RSU PKU Muhammadiyah Kartasura.

Saya dihubungi, ada banyak mahasiswa dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kartasura karena luka akibat demo. Setelah salat Isya saya berangkat dan di sana ternyata bukan hanya mahasiswa UMS, tetapi ada dari UNS [Universitas Sebelas Maret] dan Unisri [Universitas Slamet Riyadi] dan lainnya,” jelas Sofyan, dalam siaran pers UMS, Jumat (09/10/20).

Tidak hanya menjenguk,para mahasiswa yang terluka,Rektor juga mengapresiasi warga yang mengevakuasi mahasiswa ke rumah sakit . Rektor juga menyatakan akan menanggung semua biaya pengobatan mereka yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kartasura tersebut. Jumlah mahasiswa yang dirawat dan dijamin biaya pengobatannya sekitar 40 orang. Mereka mengalami memar terkena pukulan, diinjak-injak hingga terkena peluru karet. Sebagian besar diperbolehkan pulang dan tidak menjalani rawat inap Sementara itu, Sofyan mengaku datang untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa yang melaksanakan hak demokrasi mereka secara konstitusional. Rektor menilai para mahasiswa tidak berbuat anarkistis dalam aksi itu sehingga perlu memperoleh dukungan dari siapa pun.

“Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan tujuan demo, namun lewat aksi ini mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat dan membela buruh dalam perspektif mahasiswa. Demo boleh dengan catatan aksi harus tertib. Mereka yang luka-luka kami biayai semua. Ada 40-an lebih mahasiswa dari berbagai universitas. Tunggakan biaya kami yang menyelesaikan,” jelas Sofyan.(AgB)

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.