Cakrawala News
Portal Berita Online

Rekaman Telepon Wali Kota Jogja Diputar di Sidang Korupsi

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Pengadilan Negeri Tipikir Kota Yogyakarta, Rabu ( 26/2/2029) kembali menggelar  sidang perkara dugaan korupsi saluran air hujan (SAH) Kota Yogyakarta. Jalannya sidang makin.menarik dengan menghadirkan saksi pejabat Pemerintah kita Yogyakarta.

Dalam sidang siang hari tafi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti didengar kesaksiannya. Termasuk diantaranya  jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memutar rekaman pembicaraan telepon genggam Haryadi Suyuti kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono.

Dalam rekaman tersebut terdengar Haryadi Suyuti memeritahkan Agus untuk membantu soal Green House Villa. Haryadi juga meminta Agus jika Green House Villa ada di urutan bawah untuk segera dinaikkan. Agus menyanggupinya dan menyatakab  akan selesai dalam satu hari.

Berikut rekaman pembicaraan sambungan tilpon antara Walikota Yogyakarta Haryadi dengan Agus :

Agus                : Walaikumsalam,

Haryadi           : Pak Agus..

Agus                : Njeh bapak..( ya pak )

Haryadi           : Kulo titip niku. ( saya titip itu ), Mang garapke nggone opo kui jenenge ,  nggone Pak Nur niku lho, Green House Vila niku.( Tolong dikerjakan tempat apa itu namanya, punyanya pak Nur itu lho, Green House Vila itu)

Agus                : Pak Nur..

Haryadi           : Green House Vila niku lhoo..

Agus                : Njeh bapak

Haryadi           : Lha nggeh niku,,tulung mang demok njeh. ( lha ya itu, tolong dipegang ya )

Agus                : o siap bapak siapa bapak..Green House njeh..

Haryadi           : Nek antriane neng ngisor mang unggahke ( kalau antriannya dibawah tolong dinaikkan.

Agus                : oooo siap bapak (tertawa)

Haryadi           : Rampungo .. yoo.. rampungno..( selesaikan ya )

Agus                : Siap bapak, satu hari selesai

Haryadi           : Satu hari selesai..

Agus                : Siap bapak njeh bapak..

Haryadi           : ( tidak begitu jelas ) Karo Pak Nur ..lan Hari Setyo

Agus                : Njeh bapak

Haryadi           :Asalamualaikum

Agus                : Walaikumasalam

Jaksa KPK menanyakan apakah yang dimaksud dalam perbincangan itu soal perizinan Green House Villa. Haryadi membantahnya. Menurut pengakuannya dia hanya menjembatani pembicaraan antara Dinas PU dengan Dinas Perizinan karena sering ada masalah antar keduanya. 

Saat jaksa mengejar apakah apa yang dimaksud dengan ” nek neng ngisor diunggahke “, Haryadi menyebut itu soal pembicaraan antara Dinas PU dan Perizinan.

“Maksudnya  dalam prioritas yang  dibicarakan. Bukan izin satu hari,  tidak. Tapi kalau dibicarakan bisa segera selesai,” terang Haryadi. ,

Diputarnya rekaman pembicaraan via tiloon dari walikota Yogyakarta dalam persidangan ini bermula saat jaksa mengkonfrotir keterangan pada sidang sebelumnya yang menyebut soal catatan jatah setoran. Di situ disebutkan ada kode huruf H Rp150 juta. H yang dimaksud adalah Haryadi. Jaksa juga mencecar Haryadi soal pertemuan di ruangan Haryadi Suyuti di Bali Kota Yogya usai Lebaran.

Jaksa mempertantakan  apakah benar Haryadi memanggil Agus dan pihak lain di ruanganya. Saat itu Haryadi disebut mengarahkan agar dalam proyek pembangunan gedung Dinas lIngkungan Hidup 2019 agar dimenangkan oleh perushaan di Bandung.

“Saya tidak ingat, tapi saya tidak pernah menunjuk satu perusahaan untuk dimenangkan. Kalau toh koordinasi itu sifatnya hanya saya berpesan agar dijaga bonafidtas, dijaga kualitas,” jelasnya  

Haryadi manyatakan dirinya justru berpesan kepada mereeka untuk tidak main-main supaya bisa tidur nyenyak.

Sidang di PN Tipikor dipimpin Ketua Majelis Hakim, Asep Permana, dimulai  sekitar pukul 9.45 dan selesai pukul 13.45. 

Selain Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, ikut didengar keteranganya  Ketua DPRD Kota Yogyakarta 2014-2019 Sujanarko dan Ketua Komisi C DPRD 2014-2019 Cristiana Agustiani ( Okta/ Santosa)

%d bloggers like this: