Cakrawala News
Portal Berita Online

Razia Masker, Warga Garut Kebanyakan Mengaku Lupa Pake Masker

0 24

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Memasuki hari kedua kegiatan sosialisasi dan razia disiplin memakai masker di Kabupaten Garut terjaring  banyak warga yang belum terbiasa menggunakan masker dengan berbagai alasan.

Menurut Wakil Bupati Garut Helmi Budiman yang memimpin langsung kegiatan razia masker di Kawasan Simpang Lima Tarogong Kidul Garu, kebanyakan warga mengaku lupa memakai masker saat keluar rumah.

“dari banyak warga yang dijumpai dan kedapan tidak memakai masker mereka bilang lupa atau ketinggalan maskernya.”kata Helmi kepada cakrawala.co, Selasa (25/8/2020).

ads bukopin

Helmi menyebut malah yang terlihat sudah terbiasa memakai masker adalah warga yang berada didalam angkutan umum seperti angkot dan lainnya.

“Yang berada diangkutan umum kebanyakan mereka sudah terbiasa memakai masker. justru warga para pengendaranya yang kebanyakan tidak memakai masker,”ungkapnya.

Dalam razia masker memasuki haru kedia di Garut, ada sekitar  124 petugas gabungan, terdiri dari Sat Sabhara Polres Garut, Polsek Tarogong Kidul, Denpom, Koramil Tarogong, Dishub, Dinkes dan Satpol PP kembali melakukan pemeriksaan kepada para penguna jalan khususnya kendaraan motor roda dua (R2) dan roda empat (R4), di tiga titik, yaitu : Simpang Lima, Alun-alun Garut dan Kawasan Jalan Jendra Ahmad Yani.

Kasat Pol PP Kabupaten Garut  Hendra S. Gumilar,  razia dilakukan dalam rangka melaksanakan penegakan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 60 tahun 2020 dan Peraturan Bupati Nomor 47 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendali Covid-19.

Menurutnya dengan petugas yang tersebar menghentikan para pengendara, terutama yang tidak menggunakan masker kemudian mencatat dalam formulir yang telah disediakan petugas.

“Hasilnya, dari 2.278 kendaraan ( R2 1.313 kendaraan, R4 965 kendaraan) yang melintasi area Simpang Lima Garut, 143 orang (6,4 %) pengendara terkena sanksi ringan berupa teguran lisan dan tulisan”ungkap Hendra.

Ia menghimbau agar seluruh warga masyarakat, aparatur dan badan hukum untuk taat dan patuh terhadap protokol kesehatan, supaya seluruh kegiatan masyarakat dapat segera normal kembali.

“Kalau seluruh lapisan masyarakat sudah disiplin protokol kesehatan, tentu kami tidak perlu melakukan penegakan hukum,”tegasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.