Cakrawala News
Portal Berita Online

Razia Cukai Rokok Ilegal Nihil Temuan, Tim Satgas Cukai Madiun Edukasi Pedagang

0 596

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Madiun bersama Bea Cukai Madiun dan Satpol PP Kabupaten Madiun, melakukan razia barang kena cukai rokok dan hasil tembakau, di kawasan Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, kabupaten Madiun, Kamis 11 November 2021.

Razia kali ini dibagi menjadi dua tim yang menyasar toko-toko kelontong dan warung-warung untuk memeriksa pita cukai pada rokok yang dipedagangkan. Hal ini untuk melakukan pengawasan dan pengendalian atas barang kena cukai rokok dan tembakau ilegal, yakni tanpa dilengkapi pita cukai, direkati pita cukai bekas dan pita cukai tidak sesuai peruntukannya. Serta memastikan BKC rokok dan hasil tembakau yang beredar tersebut legal.

Reni, salah seorang pemilik toko kelontong di Desa Grobogan mengaku, selama ini dirinya tidak pernah belanja rokok polos atau tanpa dilengkapi pita cukai. Menurutnya, rokok semacam itu selain melanggar hukum dan merugikan negara, masyarakat di lingkungannya tidak ada yang mau membeli. Sehingga ia sama sekali tidak tertarik menjual, meskipun harga yang ditawarkan jauh lebih murah.

“Selama ini nggak pernah jualan rokok polos atau rokok murah begitu, selain takut melanggar hukum, juga karena nggak ada yang mau beli. Dan belum pernah ada juga salesman yang menawari untuk jualan rokok polos,” kata Reni.

Menurut Reni, selama ini sosialisasi yang dilakukan oleh petugas, baik dari Pemkab ataupun dari Bea Cukai cukup tegas mengatakan, jika rokok ilegal adalah perbuatan merugikan negara yang dapat diancam hukuman penjara dan denda uang.

Sementara itu Amat Rudi, dari bagian pelaksana pemeriksa dibawah seksi penindakan dan penyidikan Bea Cukai Madiun mengatakan, melalui kegiatan operasi ini diharapkan, para penjual eceran turut berperan aktif menghentikan peredaran rokok ilegal.

Menurut Amat Rudi, pengedar atau penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana. Sementara untuk sanksi pelanggaran yang diterapkan mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Indikator barang kena cukai rokok dan hasil tembakau illegal mudah dikenali, di antara lain tanpa pita cukai, pita cukai bekas, pita cukai palsu ataupun salah peruntukan dan tidak sesuai,” tegas Amat Rudi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop & UM, Toni Eko Prasetyo mengaku, kegiatan ini sudah kali kelima dilakukan bersama tim satgas cukai Kabupaten Madiun. Yakni melakukan pemeriksaan cukai rokok dan penyuluhab kepada masyarakat, terkait cukai ilegal, risiko mengedarkan dan bentuk sanksi yang diterapkan.

“Kegiatan ini telah kami laksanakan untuk kelima kalinya. Selain nemeriksa pita cukai, kami juga lakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan cukai rokok ilegal. Kami juga mengimbau kepada pemilik toko untuk tidak mau menerima rokok polos,” terang Toni.

Terkait apabila ditemukan pedagang yang menjual rokok ilegal, Toni menjelaskan, langkah pertama adalah menarik rokok ilegal yang diperjualbelikan, memeriksa secara intensif penjual rokok, kemudian pengumpulan informasi sebelum akhirnya menentukan sanksi sesuai jenis pelanggarannya.

“Apabila ada temuan penjual rokok ilegal, sebelum kita berikan sanksi akan kita periksa dulu pelanggararannya. Yang jelas, pertama rokok kita tarik,” tutup Toni. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.