Cakrawala News
Portal Berita Online

Rawan Kecelakaan, Satlantas Sebar Rambu Peringan Di Hutan Taman Nasional Baluran

SITUBONDO JAWA TIMUR CAKRAWALA. CO,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo menyebar rambu peringatan, disejumlah kawasan rawan kecelakaan lalu lintas sepanjang jalur pantura di hutan Taman Nasional Baluran Situbondo. Dijalur pantura ini sedikitnya terdapat ada Delapan titik rawan kecelakaan yang dipasangi rambu peringatan ini

Kanit Laka Satlantas Pilres Situbondo, Ipda Teguh Santoso menerangkan, jika pemasangan rambu peringatan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kecelakaan di sepanjang jalur pantura Baluran yang selama ini memang terkenal rawan kecelakaan.

“Kami melakukan pemasangan rambu peringatan khususnya pada titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur lalin hutan Baluran. Rambu itu merupakan himbauan kepada pengguna jalan agar selalu waspada dan berjati hati,” terangnya melalui saluran ponselnya, Rabu (24/7/19).

Diakui petugas, jika kawasan hutan Taman Nasional Baluran Situbondo memang minim rambu peringatan. Padahal, kawasan itu banyak ditemui titik rawan laka lantas. Untuk itu penambahan rambu peringatan ini bisa berguna bagi pengguna jalan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat, agar tidak merusak rambu peringatan yang sudah dipasang oleh petugas.

“Kami juga berharap agar masyarakat ikut merawat rambu peringatan ini, karena rambu peringatan tersebut memang sangat penting bagi pengguna jalan yang melintas,” tukasnya lagi.

Informasi lain yang diperoleh, dari delapan rambu yang dipasang di kawasan hutan Baluran ini, empat diantaranya dipasang di titik lokasi kecelakaan beruntun yang  melibatkan enam kendaraan beberapa waktu yang lalu. Sementara sisanya dipasang menyebar hingga batas timur kawasan hutan.

Teguh mengakui jika penerangan jalan di jalur hutan Baluran juga sangat minim juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Meski sudah terpasang penerangan jalan dengan tenaga surya, namun jumlah titik yang terpasang masih sedikit.

“Bahkan beberapa hari lalu kami melakukan pengecekan pada malam hari, ternyata banyak Penarangan Jalan Umum ( PJU ) tenaga surya ini yang tidak berfungsi karena rusak,” terangnya.Meski minim penerangan jalan, ternyata kecelakaan lalu lintas di jalan hutan Baluran justru kerap terjadi di siang hari.(JATIM 1/fin)

%d bloggers like this: