Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Ratusan Warga Tanjung Priok Gowes Sepeda Bareng Dengan Pejabat ke Lokasi HBKB, Wali Kota: ‘Wujudkan Mantap Jiwa dan Sehat Raga’

 

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Ratusan warga Sunter, Tanjung Priok berbondong-bondong mengikuti kegiatan ‘Gowes Bareng’ mulai dari Jalan Yos Sudarso Kantor Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Utara menuju lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pasalnya, aktivitas bersepeda kian digemari warga masyarakat. Alat transportasi bebas polusi ini seakan menjadi gaya hidup yang tidak hanya sekadar berolahraga. Namun saat ini mulai digunakan di lingkungan perkantoran, sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Seiring dengan perkembangan itu, Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Utara menggelorakan kampanye keselamatan berkendara (Safety Ridding).

Usai gowes sepeda, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko kepada Wartawan menerangkan, bersepeda dalam aktivitas sehari-hari telah menjadi kebiasaan warga masyarakat saat ini. Kegiatan bersepeda, tidak hanya dilakukan komunitas saja. Dengan bersepeda seperti ini menjadi gaya hidup warga masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

“Pemkot Jakut mencoba kebiasaan baru dengan warga masyarakat. Tujuannya agar dengan mensinergikan komunitas sepeda dan warga lainnya untuk bersama-sama bersepeda dari kantor Pemkot Jakut menuju lokasi HBKB,” ungkap Sigit, di lokasi Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tadi pagi, Minggu (20/10/2019).

Orang nomor satu dilingkungan Pemkot Jakut ini menambahkan, dalam kegiatan ini pun, pihaknya menggelorakan dan mengkampanyekan keselamatan berkendara saat bersepeda. Bukan sekadar jenis dan harga sepeda, melainkan pengendara harus memperhatikan perlengkapan keselamatan mulai dari helm, kaca mata, hingga sepatu dan lain-lainnya.

Lanjut mantan Wakil Kadis Perhubungan Provinsi DKI Jakarta ini memastikan, bahwa dalam bersepeda harus dalam keadaan sehat. Jika ingin bersepeda dalam jarak jauh. Sehingga esensi olahraga tercapai dengan menghasilkan kebugaran tubuh.

“Ya untuk keselamatan bersepeda itu harus diawali dari diri sendiri. Bukan dari jenis dan harga sepedanya. Tapi bagaimana dengan bersepeda bisa saling berinteraksi dan menjaga kebugaran. Sehingga terwujud istilah mantap jiwa dan sehat raga,” jelas Sigit.

Sementara, Zakaria (38) perserta ‘Gowes Bareng’ asal Kelurahan Koja mengungkapkan, kegiatan seperti ini sangat didambakan dalam menumbuhkan kesadaran warga masyarakat untuk mulai bersepeda. Apalagi dicontohkan para pejabat dengan mengkampanyekan keselamatan bersepeda.

“Saya rasa kegiatan bersepeda ini sangat didambakan warga masyarakat karena warga bisa saling mengenal dengan pejabat Pemkot Jakut. Tadi juga kita berkeliling bersama ke kampung di lokasi HBKB. Banyak warga yang menyapa kegiatan bersepeda. Mudah-mudahan mereka juga tergugah mengubah gaya hidup dari mengendarai motor ke sepeda,” ucapnya. (Is/Man)

Facebook Comments
%d bloggers like this: