Cakrawala News
Portal Berita Online

Ratusan Orang Tua Mudik di Banjar Kecewa Dengan Sistem Zonasi Sekolah

gambar ilustrasi, foto istimewa
0 81

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,- Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Banjar, Jawa Barat, dikeluhkan orang tua siswa. Sebanyak puluhan siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) banyak yang dinyatakan tidak lulus masuk ke SMP yang dituju karena terjalang oleh aturan sistem zonasi.

Puluhan orang tua yang anaknya tidak lulus, banyak yang sengaja mendatangi sekolah untuk meminta kebijakan pihak sekolah. Hampir semua yang tidak lulus ini terkendala sistem zonasi. Padahal anak-anak yang lulus dari sekolah dasar ini, memiliki nilai tinggi dan prestasi di bidang pendidikan.

Seperti yang terjadi di SMP N 2 Banjar, sejumlah orang tua mengeluh dan mengaku kecewa dengan sistem zonasi ini.

ads bukopin

“Jelas saya sangat kecewa dengan sistem zonasi ini, padahal cita-cita anak saya ingin sekali bersekolah di SMP 2 Banjar ini, namun karena terhalang sistem zonasi, maka cita-cita anak saya pun menjadi buyar,” ujar Pipih (38) salah satu orang tua asal Binangun, Banjar, Sabtu (29/6/2019).

Hal yang sama dikatakan Ana (37) orang tua murid lainnya. Menurutnya, dengan adanya sistem zonasi ini malah membuat anak menjadi prustasi, karena meski anaknya berprestasi saat di sekolah dasar, namun tidak bisa masuk ke sekolah yang diinginkan anaknya.

“Menurut saya sistem zonasi ini malah menambah masalah di dunia pendidikan, karena prestasi sudah tidak menjadi jaminan untuk masuk ke sekolah favorit, jelas ini harus menjadi perhatian pemerintah. Semoga ke depan sistem zonasi ini segera ditiadakan,” ketusnya.

Dampak dari sistem zonasi ini, banyak orang tua memilih anaknya untuk bersekolah di swasta. Selain itu, adapula yang anaknya untuk dimasukan ke pesantren.

“Anak saya mau disekolahkan di pesantren saja, dan saya berharap pemerintah harus mengkaji ulang sistem zonasi ini,” ujar Makbul (41) salah satu orang tua siswa warga Langensari, Banjar.***Hermanto

Leave A Reply

Your email address will not be published.