Cakrawala News
Portal Berita Online

Ratusan Mahasiswa Demo Tuntut Pembebasan Dua Mahasiswa Unima yang Ditahan

114

LHOKSEUMAWE-CAKRAWALA.CO- Ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Lhokseumawe, Selasa (21/11) menggelar Aksi Unjuk rasa menuntut pembebasan dua rekan mereka yang kini ditahan di Lapas Kota Lhokseumawe.

Ratusan mahasiswa ini, awalnya berkumpul di halaman Mesjid Agung Islamic Centre Kota Lhokseumawe untuk menunggu rekan-rekan mereka yang masih dalam perjalanan.Usai koordinasi Aksi ini baru dimulai pukul 12.00 Wib dengan melakukan longmarch dari Jalan Merdeka menuju titik kumpul yang dipusatkan didepan Tugu Rencong Kuta Blang Kota Lhokseumawe.

Ratusan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Lhokseumawe, Selasa (21/11) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembebasan dua rekan mereka yang kini ditahan di Lapas Lhokseumawe.(foto/clisna)

Puluhan aparat Kepolisian disiagakan disekitar lokasi untuk mengawal aksi unjuk rasa ini agar berlangsung aman dan tertib sekaligus mengatur arus lalu lintas menuju Kota Lhokseumawe.Amatan dilokasi, aksi ini sempat memacetkan arus lalu lintas beberapa saat, namun situasi ini berhasil dikendalikan aparat keamanan yang telah siaga beberapa jam sebelum aksi ini berlangsung.

Wakapolres Kota Lhokseumawe Kompol Imam Asfali tampak hadir ditengah-tengah kerumunan mahasiswa dan terlihat memberikan arahan agar aksi ini tidak anarkis dan berlangsung tertib serta tidak menggangu arus lalu lintas.

Dalam orasinya, para mahasiswa meminta pembebasan dua rekan masing-masing yakni Muji Al Furqan dan M Rusi Lamie mahasiswa Unimal Lhokseumawe yang menjadi terdakwa dalam kasus pengrusakan fasilitas negara dalam aksi demo mahasiswa di Kantor Pemkab Aceh Utara pada bulai Mei 2017 lalu.

Dalam kasus ini, mahasiswa menilai hukum sangat tidak adil, dimana rekan mereka yang membela kepentingan rakyat saat demo KEK Arun harus dipenjara dan ditahan, sedangkan Pelaku Korupsi Uang Negara Rp 7, 5 Milyar bebas berkeliaran”, Kami meminta keadilan, bebaskan rekan kami, dan tahan pejabat yang telah korupsi uang negara Rp 7,5 Milyar”, Pekik seorang mahasiswa diatas mobil.

Aksi dari Tugu Rencong ini kemudian berlanjut ke Kantor Kejari Kota Lhokseumawe.Mahasiswa kembali melakukan longmarch meski dibawah terik matahari yang cukup menyengat, namun semangat mereka sangat tinggi dalam menuntut pembebasan dua rekan mereka tersebut.

Didepan kantor Kajari, sejumlah aparat Kepolisian sudah disiagakan disekitar pintu masuk dengan posisi pagar betis.Mahasiswa hanya berorasi diluar gedung.Mereka juga meminta kepada Jaksa akan memiliki hati nurani dalam menuntut rekan mereka.

Usai di Kejari, mahasiswa kembali melakukan longmarch menuju Pengadilan Negeri Kota Lhokseumawe, dimana dua rekan mereka telah menjalani tiga kali sidang terkait aksi anarkisme yang dituduhkan atas mereka.

Hingga saat ini, aksi orasi para mahasiswa masih berlangjut di PN Lhokseumawe, informasi dilapangan mereka juga akan berorasi didepan Lapas Kelas II A Lhokseumawe untuk menuntut agar rekan mereka dapat dibebaskan atau diberi penangguhan penahanan, sementara proses hukum tetap dilanjutkan.(clisna)

Comments are closed.