Cakrawala News
Portal Berita Online

Ratusan ASN dan Kepala Desa di Kecamatan Sidoarjo Menjalani Tes Urine, Satu Orang Positif Narkoba

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo melakukan tes urine Apratur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di wilayah Kecamatan Sidoarjo. Dari 258 orang yang dilakukan tes urine, yang positif mengandung narkoba satu orang dan dua orang mengandung benzodiazepine (jenis obat yang memiliki efek sedative atau menenangkan)

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sidoarjo AKP Siti Saida, S.H, M.Si mengatakan, temuan tersebut diketahui dari hasil tes urine dengan tiga parameter ganja, sabu, benzodiazepine. Proses tes urine dilakukan di kantor Kecamatan Sidoarjo, Selasa, 12 November 2019.

“Dua samar benzo, satu postif narkoba namun bukan pemakai atau penyalagunaan narkoba karena sakit jantung,  mengkonsumsi obat-obatan. Untuk diketahui pengunaan Narkotika diizinkan Negara tapi bagi orang yang sakit sesuai resep dokter,” kata AKP Siti Saida kepada media cakrawala.co.

Dijelaskanya, kenapa Narkoba ditakuti karena banyak disalahgunakan. Dalam  tindakan medis dokter menggunakan narkoba untuk pasien yang menjalani operasi biusnya itu mengandung narkoba.

“Masyarakat kalo misalnya sudah kena narkoba harus disembuhkan. Jika ada pesta ada barang ada orang itu bisa ditangkap, tapi jika pengguna sudah satu minggu, bulan atau tahun ini diarahkan rehabiliasi,” ujarnya.

Dasar kegiatan tes urine bagi ASN dan non ASN di Kecamatan Sidoarjo adalah Intruksi Presiden RI nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi Nasional pencegahan, pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika.

Di Kecamatan Sidoarjo sudah dua kali tes urine, yang pertama tanggal 7 November sebanyak 120 orang dan hari ini Selasa 11 November ada 138 orang, total 258 ASN dan non ASN sudah menjalani tes urine pencegahan narkoba.

Sementara itu Camat Sidoarjo, Agustin Iriani, SH saat dikonfirmasi melalu telepon menjelaskan BNNK Sidoarjo bersinergi dengan institusi Kecamatan Sidoarjo mengkampanyekan bebas narkoba dengan cara pencegahan. Mulai dari para Kepala Desa, ASN dan non ASN menjalani tes urine.

“Tujuanya adalah yang pertama saya ingin mengetahui sampai sejauh mana aparatur yang ada di wilayah saya, baik ASN maupun non ASN bersih dari narkoba. Yang kedua menindaklanjuti surat dari Sekda bahwa kita institusi Kecamatan diminta untuk memfasilitasi dan mendukung program Pencegahan Pemberantasan Penyalagunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), setelah kita tindaklanjuti hasilnya dari sekian ratus yang menjalani tes urine alhamdullilah tidak ada ASN yang terindikasi penyalagunaan narkoba,” katanya. (Win)

 

 

%d bloggers like this: