Cakrawala News
Portal Berita Online

Ratri Rahmiaji : Saat Ini Manusia Menunjukan Eksistensinya di Medsos

0 120

KABUPATEN SUBANG JABAR CAKRAWALA.CO -Sudah posting apa kita hari ini? Pertanyaan ini menjadi pembuka ketika Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, M.Si yang seorang Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undipi dan juga anggota Japelidi menjadi narasumber dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021). Pertanyaan tersebut dilontarkan karena menurutnya sekarang ini manusia menunjukkan eksistensinya lewat unggahan di media sosial.

Persoalannya adlah apa yang di-posting? Ada delapan jenis unggahan yang selalu dilakukan orang lewat sosial medianya yaitu aktivitas, prestasi, relasi, perjalanan, perasaan, informasi, hobi dan kepemilikan. Hal-hal ini biasanya menjadi rutinitas manusia digital dari bangun pagi hingga tidur lagi.

Sayanganya semua diposting tanpa dipikir. Masyarakat Indonesia seperti mulai kehilangan rasa. Komunikasi bermedia digital menghilangkan kemanpuan kita mengelola emosi. Mungkin karena merasa jauh, tidak tatap muka maka merasa bebas posting apalagi berkomentar, jelas Dr. Lintang.

Ia pun mencontohnya cuitan Twitter ketika peristiwa menghilangnya kapal selam KRI Nanggala 402. Ketika anggota keluarga korban atau bahkan Indonesia merasa berduka ternyata masih adaa orang yang jahil berkomentar seenaknya. Bahkan beberapa sampai melontarkan kata-kata pelecehan seksual. Betapa masyarakat Indonesia ternyata tidak memiliki etika, kesopanan dan empati.

“Ketika kita semua berduka ternyata ada juga netizen yang jahil setengah mati, nggak tahu sadar atau nggak sadar berkomentar jelek bahkan sampai melecehkan. Belum lagi menggunakan akun-akun bodong atau bahkan mencatut nama public figure untuk berkomentar jelek atau melakukan keburukan, tuturnya.

Media tirto.id bahkan telah melakukan survei mengapa orang bisa menyerang akun artis tertentu dengan sebegitu kasarnya. Sebagaian besar menyebutkan mereka ternyata tidak ada alasan pasti untuk melakukan ujaran kebencian atau komen jelek, pokoknya benci aja’ tanpa alasan. Padahal ujaran kebencian masuk dalam UU ITE pasal 28 ayat 2 sehingga bisa menimbulkan masalah sampai ke pengadilan.

Indonesia negara majemuk, multicultural, dan demokratis. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu tidaklah jadul bahkan sangat kekinian. Nilai-nilainya bisa kita amalkan di dunia digital. Mending kita share ke dunia betapa kaya kebudayaan kita. Kenapa kita diomongin yang jelek terus karena attitude kita di media sosial memang seperti itu. Mari kita dominasi dengan produksi konten yang bagus. Buat konten positif bukan Indonesia yang marah di media sosial. Kritis boleh tapi hate speech jangan, tuturnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Firman Surya (Relawan TIK Indonesia), AmyKamila (CEO @heysobofficial Creative), VhieSaleindra (Content Creator Bandungtanpakamu), dan Key Opinion Leader Natasha Gracia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.