Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Rakor Penyaluran Pupuk Subsidi Tahun 2022 Madiun, Petrokimia Jamin Stok Pupuk Aman

0 53

Madiun, Cakrawala.co – Pertanian sebagai tulang punggung perekonomian memerlukan keberpihakan dan kerjasama yang baik untuk mendorong produktifitas petani, salah satunya yaitu ketersediaan, alokasi dan distribusi pupuk bersubsidi yang saat ini sangat dibutuhkan petani, memadai.

Menjawab hal itu, Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Kabupaten/Kota Madiun, menggelar rapat koordinasi penyaluran pupuk subsidi tahun 2022 untuk Kota/Kabupaten Madiun, di Joglone Karto, Jalan Gorang-gareng, Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (18/1/2022). Rapat dihadiri sejumlah unsur, dari Dinas Pertanian, Kepolisian, Kejaksaan, distributor dan pengecer resmi pupuk serta produsen pupuk PT Petrokimia Gresik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo mengatakan, alokasi pupuk Kabupaten/Kota untuk Jawa Timur sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur. Selanjutnya, bakal ditindaklanjuti dengan diterbitkannya surat keputusan (SK) Bupati Madiun. Disebutkan Sidik, untuk Kabupaten Madiun saat ini berada di kisaran 30 sampai 35 persen alokasi pupuk subsidi.

“Untuk alokasi pupuk di Kabupaten Madiun sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur, selanjutnya kita menunggu SK Bupati Madiun yang akan turun dalam minggu-minggu ini. Terkait alokasi pupuk subsidi memang tidak sama dengan jumlah yang kita usulkan, namun dengan jumlah potensi yang kita miliki saat ini akan kita maksimalkan, sehingga petani yang sekarang sedang butuh-butuhnya pupuk ini, mampu kita atasi,” kata Sodik.

Rapat koordinasi penyaluran pupuk subsidi tahun 2022 untuk Kota/Kabupaten Madiun

Pihaknya juga mengimbau kepada distributor segera menindaklanjuti surat dari distributor pupuk, untuk mendistribusikan kebutuhan minimal petani pada bulan Januari ini. Sembari menunggu regulasi resmi, Sodik juga akan terus melakukan evaluasi terkait penyerapan pupuk subsidi petani, kemudian diteruskan kepada Kementrian Pertanian.

Diakui Sodik, dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani selama ini, kemitraan Pemerintah Kabupaten Madiun bersama dengan distributor pupuk PT Petrokimia Gresik ini berjalan baik.

Kepala SPDP Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun, Muhammad Fajar Ismail mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah <span;>antisipasi terkait  beberapa keterbatasan kemampuan pemerintah dalam anggaran di tahun 2022, yang diawali dengan penguatan komunikasi semua unsur Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), distributor, kios resmi pengecer PT Petrokimia Gresik.

Fajar memastikan, ketersediaan pupuk di tahun 2022 untuk satu dua bulan ke depan di gudang penyanggah produsen, distributor dan kios, mencukupi. Disebutkan Fajar, bukan hanya pupuk subsidi saja, namun jenis pupuk non subsidi telah disiapkan di lini empat. Untuk enam jenis produk unggul pupuk subsidi berkisar 30 sampai 40 persen dari jumlah kebutuhan yang diajukan oleh Kabupaten Madiun. Sedangkan untuk pupuk subsidi, pihaknya menyediakan sesuai kemampuan kios di masing-masing wilayah kerjanya.

Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) wilayah Kota/Kabupaten Madiun, Nandang Basuki

“Kami berharap, seluruh distributor resmi yang ditunjuk oleh PT Petrokimia Gresik yang berada di Kabupaten Madiun untuk senantiasa aktif melakukan koordinasi dengan semua pihak khususnya di KP3, dengan menyampaikan informasi yang akan terjadi di tahun 2022. Yang kedua adalah memastikan kembali bahwa stock yang menjadi kewajiban distributor untuk persiapan musim tanam berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) wilayah Kota/Kabupaten Madiun, Nandang Basuki mengaku, selama ini tidak mengalami kendala kelangkaan pupuk, namun diakuinya memang ada keterlambatan dalam hal pendistribusian.

Disadari Nandang hal ini memang terkait dengan regulasi, yakni SK Bupati Madiun yang belum turun, sehingga pihaknya mengantisipasi keterlambatan penyaluran di setiap kios. Ini agar petani tetap bisa melakukan pemupukan tepat waktu dari jadwal pemupukan tanaman yang seharusnya.

“Selama ini kita tidak ada kekurangan dari segi kebutuhan  jadi mesti tercukupi, artinya meskipun dari pusat ada pengurangan subsidinya tapi pada dasarnya pemupukan di Madiun sudah cukup. Kami berharap ada sinergi dari instansi terkait  baik KP3, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, agar kebutuhan pupuk petani segera terpenuhi,” ujarnya. (Ay)

Leave A Reply

Your email address will not be published.