Cakrawala News
Portal Berita Online

Raker Baznas, BPJS Ketenagakerjaan Madiun Menyerahkan Bantuan 1 Ton Beras

0

Madiun, Cakrawala.co – Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro mengapresiasi kegiatan Baznas Kabupaten Madiun yang luar biasa. Ini dikatakannya saat menghadiri rapat kerja Badan Amil Zakat Nasional (Raker Baznas) ke III Kabupaten Madiun di rumah makan Icha Tarzan Saradan Kabupaten Madiun.

Menurutnya, perkembangan Baznas ini merupakan kabar baik dari sisi keagamaan. Di tahun 2020, bahkan Bupati telah mengeluarkan instruksi agar pembayaran zakat harus melalui Amil Zakat yang jelas. Dirinya mengungkapkan tidak pernah melakukan intervensi, karena sadar akan besarnya pertanggungjawaban sampai ke Akhirat.

“Badan Amil Zakat yang jelas dan dapat dipercaya sampai saat ini. Kami belum pernah melakukan intervensi kepada instansi dan lainnya kaitan dengan zakat, infaq, dan shodaqoh. Tetapi akan tetap dilakukan sosialisasi pentingnya zakat kepada masyarakat luas,” ujar Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing, Rabu (21/12/2021).

Ketua Baznas Kabupaten Madiun Muhamad Ahsin Saqoq Yahya menuturkan hingga saat ini infaq dari masyarakat Kabupaten Madiun sebesar 1,6 milyar rupiah. Tentunya ini tidak lepas dari instruksi dari Bupati Madiun terhadap muzzaki khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kabupaten Madiun. Diketahui sekitar Rp 1,2 Milyar telah disalurkan untuk berbagai program yang ada di Kabupaten Madiun.

“Peduli Guru” MoU antara Baznaz dan Dinas Pendidikan untuk perlindungan Guru TK dan Paud dalam program BPJS ketenagakerjaan.

“Hingga saat ini pemasukan zakat, infaq, dan shodaqoh di Kabupaten Madiun di tahun 2021 sebesar 1,6 Milyar. Dan sebesar 1,2 milyar telah disalurkan untuk berbagai program yang ada di Kabupaten Madiun,” ujar Ahsin.

Baznas Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Wakil Ketua III KH. Muhammad Zakki, mengapresiasi rapat kerja tersebut karena baru kali ini dipimpin langsung oleh Bupati Madiun dan dihadiri para pejabat di Kabupaten Madiun. Dirinya mengharapkan agar para mustahik (penerima zakat) bisa naik kelas menjadi muzakki (wajib zakat). Untuk itulah, dirinya mendorong para stakeholder agar para mustahik memiliki kemampuan dan mampu berusaha sendiri.

“Sangat diharapkan agar para mustahik (penerima zakat) ini bisa naik kelas menjadi muzakki (wajib zakat). Kami terus mendorong para pemangku kepentingan agar para penerima zakat memiliki kemampuan dan berusaha sendiri untuk menjadi muzakki (wajib zakat),” kata Zakki.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemberian bantuan berupa kaki palsu dan pemberian penghargaan dari Baznas kepada Bupati Madiun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Tenaga Kerja.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan  berupa 1 ton beras yang disampaikan langsung oleh Kepala BJS Ketenagakerjaan, Honggy Dwinanda Hariawan kepada Baznas secara simbolis. “Ini sebagai bentuk kepedulian BPJAMSOETEK Kabupaten Madiun kepada Baznas dan Pemkab Kabupaten Madiun,” Ungkap Honggy Dwinanda.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara Baznaz dan Dinas Pendidikan untuk perlindungan Guru TK dan Paud dalam program BPJS ketenagakerjaan.

Sementara itu, turut hadir dalam Raker Baznas ke III ini adalah Bupati Madiun Ahmad Dawami, jajaran Forkopinda Kabupaten Madiun, jajaran OPD, lembaga yang terkait se-Kabupaten Madiun, Camat se-Kabupaten, perwakilan Baznas Madiun, dan sejumlah tokoh masyarakat (pondok pesantren yang ada di Kabupaten Madiun). *(Ayu/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.