Rajin Menabung, Penjahit Rumahan Bisa Naik Haji

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Berangkat mengerjakan ibadah haji di Mekkah tidak selalu berasal dari golongan yang berkecukupan. Buktinya, Ahmad Soleh bin Kalil (57) seorang  penjahit warga  di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng , Kabupaten Gresik, Jawa Timur berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya setelah menabung selama 18 tahun.

Soleh, sejak sebelum menikah hingga saat ini berprofesi sebagai penjahit rumahan. Ketekunannya dalam menekuni dunia menjahit serta niat yang kuat untuk berangkat mengerjakan haji, akhirnya tercapai tahun ini melalui Kloter 69 Juanda, Surabaya.

Sholeh mengaku menabung secara rutin minimal Rp.500 ribu setiap bulan, meski kadang uangnya ditarik lagi untuk keperluan rumah tangga.

“Sebagai penjahit rumahan di desa penghasillnya tidak menentu. Kalau gak ada yang menyuruh menjahit, ya tabungan tadi di ambil untuk makan dan biaya, dan alhamdulillah, sejak sebelum menikah hingga kini tetap sebagai penjahit, dan 2 anak kami juga sudah lulus sarjana itupun dari berkah sebagai penjahit,” ungkapnya, Rabu (25/7/2018).

Istrinya, Ny Jumaiyah juga merasa bersyukur bisa berangkat haji,” Bagi kami suami istri yang hanya bekerja dengan mengandalkan mesin jahit di desa dan tanpa kuli, serta hanya mengandalkan warga sekitar yang membutuhkan jasa tukang jahit, sehingga mesti saling mendukung dan juga menjaga stamina biar selalu sehat, karena kalau sakit ya berarti tidak mendapat upah,” tegas Jumaiyah.

Menurut Soleh, niat baik untuk beribadah haji itu sudah sejak lama diidamkannya, bahkan dalam  mencari nafkah juga tidak memaksa, 10 menit sebelum waktunya adzan sudah menutup usahanya, meski ada warga yang butuh jasa jahit, tetap berangkat ke masjid untuk mengumandangkan adzan, kalau memang sudah rejeki, pasti akan kami terima,” pungkasnya. (Zen)

Facebook Comments
%d bloggers like this: