Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Rahmat Muhajirin : Rencana Dana Stimulus 7 Juta Per Kampung, Jangan Sampai Ada Dobel Anggaran

0 43

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur tengah menggodok langkah baru, melombakan program kampung tangguh Covid-19 sebagai bentuk rangsangan kepada masyarakat mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Beberapa pengamat kebijakan publik menilai. Langkah ini di anggap keliru dalam menjalankan program prioritas di tengah pandemi covid-19. Wacana perlombaan kampung tangguh dalam inovasi tatanan normal baru bagi pemerintah daerah merupakan bukti kegiatan ini menghamburkan uang negara.

Sebelumnya Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifudin mengatakan, “semua desa kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo diharapkan mendirikan kampung tangguh dan sudah disiapkan dana stimulus dari Pemkab Sidoarjo yakni setiap kampung tangguh akan dibantu Rp 7 juta”

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Rahmat Muhajirin mengatakan, Pembentukan kampung tangguh menjadi salah satu upaya yang tepat utk saat ini setelah banyaknya anggaran yang sudah dikeluarkan dalam rangka Pencegahan Penanggulangan Merebaknya Wabah Convid yang di lanjutkan dg PSBB Pertama dan Kedua dan meloncat pemberlakuan ke New Normal walau grafik PDP dan ODP naik kwantitasnya alias tidak menunjukan hasil yang signifikan untuk menghentikan penyebaran penularan Covid-19 di Sidoarjo.

“Melombakan serta Memperluas kampung tangguh menjadi suatu langkah yang tepat kooperatif utk saat ini, Karena tidak ada cara lain untuk mengajak masyarakat faham apa itu Covid 19 dan bahanya serta mengajak dan menggerakkan Masyarakat utk lebih disiplin lagi dalam menatap Kejidupan New Normal, kedepan “ ujar Rahmat Muhajjirin saat di hubungi via telepon 26 Juni 2020.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melombakan wilayah tersebut sebagai kampung tangguh percontohan. Mengenai dana stimulus 7 jt perkampung yang akan di siapkan harus benar benar di perhitungkan dan dikaji dengan matang manfaat dan mudhoratnya. jangan sampai ada dobel anggaran. Protokol kesehatan, ketahanan pangan, humas, dan lainnya juga harus di perhatikan.

Menjelang tatanan hidup baru ini Rahmat Muhajiirin menambahan, tidak hanya menetapkan kampung tangguh. Namun Tokoh masyarakat serta para kyai dan Ulama yang di percaya masyarakat harus di gandeng dan dilibatkan ikut serta sosialisasi dan memberi spirit kepada masyarakat untuk memperkuat keyakinan dalam mempercepat dan menanggulangi serta memutus penyebaran virus covid-19 di Sidoarjo. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: