Cakrawala News
Portal Berita Online

Putusan PN Solo dan PT Soal Pembubaran LDA Dan Yayasaan Kraton Surakarta Dibatalkan MA

0 199

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Keluarnya  keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Solo dan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah.Terkait pembubaran Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Yayasan Keraton Surakarta.Menjadi kado istimewa Peringatan 75 tahun Maklumat Paku Buwono (PB) XII dan Mangkunegaran (MN) VIII tanggal 1 September 1945. Keputusan tersebut bisa menjadi dasar berakhirnya konflik keraton sejak 2004 lalu.

 

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi,mengungkapkan,”Pemberitahuan putusan MA pada Rabu(26/08/20) lalu. Dan ini sebagai kado istimewa Keraton Surakarta.yang pada hari ini(01/09/20) bertepatan dengan  peringatan 75 tahun bergabungnya keraton ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ads bukopin

Kenapa Kado istimewa,”dikarenakan adanya keputusan MA tersebut bisa menjadi pintu masuk atau titik awal dari rekonsiliasi konflik yang menyelimuti keraton sejak 2004 lalu.Menurut pertimbangan kami, ini akan menjadi sarana bersatunya kembali keluarga besar ini dalam suatu pendekatan yang tentu saja kekeluargaan, pendekatan yang penuh dengan rasa cinta kasih dan harus diingat tentu dalam rangka pelestarian dan pengembangan kebudayaan jawa yang bersumber dari keraton dalam bingkai NKRI,”jelasnya.

Mengenai isi putusan MA yang dimaksud, Eddy mengatakan intinya adalah membatalkan putusan PN Solo dan PT Jateng yang salah satunya ada putusan pembubaran LDA dan Yayasan Keraton Surakarta. Sehingga dengan adanya pembatalan tersebut otomatis keberadaan LDA dan Yayasan Keraton Surakarta tersebut hidup kembali.

KPH Eddy Wirabhumi menambahkan,”kami tidak ingin mengatakan, menang dan kalah,namun bagaimana dengan putusan MA tersebut, kita sebagai keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta bisa saling merangkul dan bersatu,bersama-sama menjaga keraton.”tambahnya.

 

Seperti diketahui,Konflik Keraton Surakarta sendiri berlangsung sejak 2004 silam. Dimana penunjukan Hangabehi sebagai Paku Buwono (PB) XIII mendapat tandingan dari adiknya, Tedjowulan yang juga menyatakan diri sebagai Raja Solo. Dalam perjalanan, Hangabehi dan Tedjowulan pun akhirnya bersatu, namun konflik baru muncul dengan LDA Keraton Surakarta. Hingga akhirnya pada 2017 masalah kembali muncul, puncaknya PB XIII membubarkan LDA dan Yayasan Keraton Surakarta, meski edua lembaga tersebut memiliki badan hukum.Akhirnya LDA melakukan gugatan hingga akhirnya keluarnya keputusan Mahkamah Agung (MA).

Leave A Reply

Your email address will not be published.