Cakrawala News
Portal Berita Online

Putus Cinta Ustadz Dibacok

32

Oleh Syaefurrahman Al-Banjary

Motivasi pembacok ustadz Zaini di Cirebon terjadi karena pelaku sedang dalam keadaan terpengaruh minuman keras, setelah semalaman mabok. Di antara mereka ada juga yang baru putus cinta, lalu ikut-ikutan mabok.

Pernyataan polisi ini sekaligus menegasikan pemberitaan umum bahwa saat ini sedang musim ustad dan kyai dibunuh. Faktanya, kalau yang di Cirebon hanya karena pemuda begajulan yang kurang kerjaan dan tidak ada motif politik, apalagi direncanakan.

ads bukopin

Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra mengatakan, kejadian yang menimpa Ustad Zaini adalah spontanitas karena para pelaku terpengaruh oleh minuman keras. Ada juga, kata dia, pelaku yang baru putus dari pacarnya hingga akhirnya emosi. Mereka kemudian mabuk dan bikin onar di salah satu salon di Desa Galagamba Cirebon. Mereka juga melempari salon (Jawapos.com, 2/3/2018).

Kapolres AKBP Risto Samodra saat menunjukkan barang bukti clurit dan motor yang dipakai pelaku pembacokan Ustadz Zaini (Jawapos.com).
Para pelaku yang ditangkap adalah AF (18), warga Kecamatan Pengurangan, dan dua rekannya MR (17) dan AP (17) warga Kecamatan Asrjawinangun. Pelaku AF yang membacok Ustadz Zaini juga sudah minta maaf.

Seperti diberitakan peristiwa yang dialami Ustad Zaini terjadi pada Sabtu pagi (24/2/2018) sekitar pukul 04.30 WIB. Pagi itu, Ustad Zaini yang tercatat sebagai warga Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, hendak menuju Masjid Assidiq di Desa Beringin, Kecamatan Ciwaringin.

Pelaku yang bermotor mendapati Ustad dan langsung menyabetkan clurit hingga mengenai dadanya. Ustad Zaini sempat memeriksakan diri ke tim medis RS Sumber Waras Ciwaringin. Dia dinyatakan tak mengalami luka serius. Beberapa waktu kemudian para pelaku ditangkap (fur).

Comments are closed.