Cakrawala News
Portal Berita Online

Pura-pura Sholat, Pria Warga Ngawi Curi Laptop di Masjid Kantor Kemenag Caruban

0 325

Madiun, Cakrawala.co – Niat memberikan anak tercinta fasilitas sekolah daring berupa laptop dan telepon seluler, Bambang Sugiyanto (50) warga Desa Waruk Kalong, Kecamatan Kwadungan – Kabupaten Ngawi harus kandas di Kantor Polisi Polsek Mejayan – Kabupaten Madiun, jajaran Polres Madiun.

Kapolsek Mejayan AKP Sigit Siswadi saat pers rilis menjelaskan, kasus pencurian ini terjadi pada hari Rabu 20 Januari 2021 sekira pukul 12.30 WIB. Modus tersangka adalah berpura-pura hendak melakukan sholat di Masjid Hayatul Fikri Kantor Kemenag Caruban, di Jalan PB Sudirman Desa/Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Namun bukannya melaksanakan sholat, tersangka justru mencuri tas milik jamaah lain.

“Korban hendak melaksanakan sholat dhuhur, kemudian meletakkan tas nya ini di belakang tempat dia sholat. Tersangka kemudian memanfaatkan kelengahan korban dan mengambil tas berisi laptop dan telepon seluler,” kata Kapolsek, Kamis 1 April 2021.

Agar tidak ketahuan, barang curian tersebut kemudian dititipkan di sebuah warung di dekat Rumah Sakit Umum Daerah Caruban. Kemudian saat korban menyadari dirinya menjadi korban pencurian, segera melapor ke kantor Polsek Mejayan.

“Petugas melakukan pelacakan posisi handphone korban, karena GPS nya masih aktif dan diketahui posisinya, kemudian kami lakun penangkapan,” terang Sigit.

Sementara menurut pengakuan tersangka, dirinya baru sekali ini melakukan aksi pencurian karena terdesak memenuhi kebutuhan anaknya yang duduk di bangku SMP bersekolah dengan sistem jarak jauh (daring). Seperti diketahui selama pandemi Covid-19, siswa-siswi sekolah melakukan pembelajaran dengan sistem online.

“Saya terdesak kebutuhan, anak saya harus sekolah jarak jauh dan butuh laptop untuk sekolah, sementara saya tidak punya uang untuk beli,” kata Tersangka.

Tersangka merasa malu dan menyesal atas tindakan yang dilakukan ini. Namun dirinya mengaku bakal mempertanggungjawabkan perbuatannya. Petugas menyita satu unit lap top warna hitam merk Toshiba, satu Lap top warna silver merk Acer dan satu unit ponsel warna merah merk VIVO type Y93.

Sementara atas perbuatanya, tersangka bakal dijerat Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama-lamanya lima tahun. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.