Cakrawala News
Portal Berita Online

Puluhan Warga Stop Lalu Lalang Kendaraan Proyek, Pihak Developer Mengaku Sudah Memberikan Kompensasi Rp 350 Juta

0 2,617

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Puluhan warga Desa Sidodadi Kecamatan Candi Sidoarjo. Blokir jalan desa dan menuntut pengurukan yang dibawa oleh kendaraan proyek berhenti di perbatasan desa.

Aksi blokir jalan desa itu didominasi oleh emak-emak, bahkan ada anak-anak yang ikut menghentikan puluhan truk yang mengangkut sertu. Untuk melakukan pengurukan oleh PT. Purnama Indo Investama  (PII). Menurut Sumadji Ketua RT 9 Desa Sidodadi Kecamatan Candi mengatakan, bahwa kegiatan spontanitas warga ini di picu. Bahwa perjanjian antara warga dan pihak pengembang perumahan sudah habis masa berlakunya.

Dari pantauan dilokasi bahwa puluhan warga itu blokir jalan desa mulai pagi hari. Akibatnya puluhan truk pengangkut material pengurukan tidak dizinkan masuk melewati jalan desa dan berhenti di batas desa.Hingga berita ini dibuat warga tetap memblokir jalan desa.

ads bukopin

“Perjanjian antara warga dengan pihak pengembang perumahan itu sudah berakhir. Namun masih banyak truk-truk pengangkut material masih melewati jalan desa,” kata Sumadji dilokasi, Kamis 22 Oktober 2020.

Sumadji menambahkan, bahwa perjanjian itu berlalu selama empat bulan dimulai 18 Mei, dan berahkir tanggal 18 September 2020. Perjanjian masa berlaku sudah habis, namun dari pihak pengembang belum melakukan pembaruan perjanjian.

Truk pengangkut pasir dan batu tidak bisa lewat, dihentikan oleh warga yang melakukan aksi demo.

“Sebenarnya tanggal 21 September kemarin ada pertemuan antara warga dan pihak pengembang, tapi hasilnya belum ada kesepakatan,” tambah Sumadji.

Sementara itu di tempat yang sama Ali Hasan, sebagai kuasa hukum warga Desa Sidodadi RT 9 Kecamatan Candi mengatakan, dalam proses pembuatan perumahan Mutiara City itu sebelumnya ada semacam perjanjian. Antara warga dan pihak pengembang.

“Karena perjanjian itu sudah tidak berlaku, maka warga minta perjanjian itu di perbarui. Selain itu juga ada kesepakatan-kesepakatannya juga di perbarui. Sebenarnya sudah ada pertemuan, namun hasil kesepakatan tersebut tidak sesuai saat pertemuan itu,” tandas Ali.

Sementara itu ditemui secara terpisah, dikantor developer perumahan Mutiara City, di area ruko mall Sun City. Pihak PT. Purnama Indo Investama tertanggal 18 Mei 2020 mengaku sudah menyerahkan dana kompensasi dampak pengurukan perumahan Mutiara City melalui RT 9 Desa Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Sebesar Rp 350 Juta rupiah. Dengan rincian uang sebesar Rp 276 juta  untuk warga, untuk Mushola Rp 50 Juta, Kas RT 9, sebesar Rp 10 Juta, Biaya kesehatan sebesar Rp 10 Juta dan untuk makam sebesar Rp 4 Juta.

“Saat itu yang menyerahkan Direktur Operasional PT. PII, Ali Badri Zaini, yang menerima Ketua RT 9, Sumadji dan dua orang saksi dari warga Yanuar dan Ahdiyan. H,” Ucap perwakilan dari pihak perumahan yang meminta namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan.

Terkait jalan akses yang dilewati truk, menurut warga adalah jalan desa dibantah oleh pihak pengembang perumahan Mutiara City, yang langsung memperlihatkan surat Keputusan Bupati Sidoarjo, nomor 188/101/404.1.3.2/2015, tentang ruas jalan Kabupaten Sidoarjo yang menjelaskan jika nomor ruas 300 adalah jalan Kabupaten. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.