Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Puluhan Perawat Ikuti Pesantren Ramadhan Pelatihan Luka Serius Cegah Amputasi

0 1

PADANG CAKRAWALA.CO , – Tercatat sebanyak 65 perawat tenaga honorer yang bekerja di berbagai rumah sakit dan puskesmas dikabupaten dan kota Solok, minggu (11/06/2017) antusias ikuti pelatihan luka  yang diadakan Yayasan Wocare Center Bogor di gedung pusako RSUD kota Solok.

Kegiatan dalam bingkai Pesantren Ramadhan pelatihan luka ini serentak  dan gratis  untuk perawat honorer di 50 kota se-Indonesia, mulai dari Aceh  hingga Papua .

Menurut direktur cabang  Yayasan Woker Center Bogor, Agung Gunanjar, pesantren  Ramadhan  perawatan luka  ini sengaja di adakan oleh kumpulan perawat-perawat yang berpraktik mandiri ataupun yang bekerja di institusi  baik rumah sakit maupun  puskesmas  dibawah naungan IN-WWCA dan yayasan  Wocare Center Bogor  pada bulan Ramadhan ini.

Pelatihan ini  bertujuan  untuk peningkatan kompetensi dan kesejahtean  bagi para perawat yang bekerja secara honorer untuk bisa buka prakti k mandiri  untuk penaganan luka yang serius dan akut. Dimana kasus luka di-Indonesia yang cukup tinggi  bahkan Indonesia tercatat peringkat  ke -4 dunia penyandang diabetes  terbanyak  dan pasien diabetes rat-rata mengalami luka yang kronis bahkan harus sampai di amputasi .

“tujuan dari diadakan perawatan pesantren ramadhan ini agar para perawat bisa mengalikasikan ilmu  keperwatan kepada masyarakat  dan target  utama adalah para perawat honorere yang  kesejahteraannya belum terangkat sehingga bisa buka praktek sendiri  sehingga kejahteraan para perwat mulai terangkat “ujar Agung Ginanjar .

Narasumber dalam pelatihan luka ini merupakan para alumni perawatan luka  yang telah berhasil buka praktik mandiri  seperti  Ns Rita Suryani yang telah berhasil  menyembuhan ratusan pasien luka akut  dan nyaris di amputasi  di  wilayah Solok dan sekitarnya.

Salah seorang pasien luka  bekas gigitan ular  yang nyaris kaikinya di amputasi, Asrilyanto  juga dihadirkan saat  pelatihan luka ini. Dengan  perawatan yang  telaten dan  berkala , kondisi luka  pasien tersebut sudah mulai membaik .

“luka saya ini awalnya digigit oleh ular dikebun, dan saya bawa ke rumah sakit di Sijunjung, setelah saya diberi suntik abu saya langsung diruh pulang namun sampai dirumah terjadi bengkak, saya kembali ke rumah sakit dan kembali diberi suntik abu dan rumah sakit menyuruh saya dirawat dirumah saja, namun keluar darah, karena khawatir  akan di amputasi saya membawa  ke praktek ibu Rita di Solok dan dirawat hingga  sekarang.” tutur Asril Yanto pasien gigit ular.

Menurut  Rita  Suryani,  praktek yang dibukanya selama dua tahun ini  dijalankan dengan  perjuangan yang cukup keras. Rita  harus mengubah kebiasan dokter di berbagai  rumah  sakit yang  memiliki luka serius  untuk tidak  di amputasi. Luka separah apaun bisa dirawat dan disembuhkan jika pasien yakin dan mengikuti perawatan secara teratur.

“pelattihan ini untuk membuka mata para perwat tenaga honorer agar bisa buka praktek  sendiri dan bisa  menyembuhkan berbagai luka baik besar maupun kecil, dan juga mengubah  pemikiran masyarakat untuk tidak perlu  lakukan ampuasi  jika luka yang dialaminya besar “ ujar Ns. Rita Suryani Tanjung,    perawat  luka mandiri  yang berhasil di solok.

Dengan pelatihan perawatan luka yang diadakan bagi para perawat honorer ini berharap agar para  perwat yang bekerja sebagai perawat honorer bisa membuka praktik sendiri dan mandiri dengan tanpa mengambil kewenangan profesi kesehatan lain seperi tim dokter yang memberikan resep obat yang dilakukan murni sesuai ilmu keperawatan.

Sehingga para perawat seluruh indinesia  bisa meningkatkan kesejahteraan nya sendiri dengan semakin semakin banyak masyrakat yang tertolong  dan diselamatkan dari tindakan amputasi.(indra)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: