Cakrawala News
Portal Berita Online

PT MPM Tegaskan Lahan HGU Miliknya Tidak Terlantar

35

CIANJUR,CAKRAWALA.CO- Pihak PT Maskapai Perkebunan Mulia, mengungkapkan bahwa lahan hak guna usaha (HGU) miliknya bukan lahan telantar. Bahkan PT MPM meminta pihak yang tak bertanggungjawab agar menghentikan jual beli lahan HGU milik PT MPM. Hal itu dikatakan  Ariano  Sitorus, saat menggelar konferensi pers, kantor PT MPM, di Kawasan Desa Batulawang, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/11/2018).

Menurut Ariano, pihaknya bereaksi setelah mendapat beberapa informasi termasuk adanya organisasi masyarakat yang ikut kontra dengan pihaknya, namun setelah di telusuri organisasi masyarakat tersebut menyatakan tak ikut campur dalam permasalan ini.

“Informasi yang kami dapat adanya sebuah lembaga yang ingin melakukan kegiatan di atas lahan milik  PT MPM. Namun PT MPM terbuka untuk kerjasama dan mengutamakan musyawarah dan duduk bersama untuk mencari solusi,” tegas Ariano.

Lanjut Ariano, Pihak PT MPM bersedia untuk duduk bersama bermusyawarah, hal itu juga telah lakukan kepada petani penggarap, tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum.

“Jika masih ada yang memperalat menjual tanah HGU maka hal tersebut melawan hukum dan sangat disayangkan orang yang mau beli tanpa ada surat atau bukti hukum lainnya,” tegas lawyer itu.

“Jual beli itu ada aturan dan hukumnya, kalau ilegal melanggar bisa pidana atau perdata. Lahan PT MPM diisukan perkebunan telantar, saya tegaskan ini masih resmi HGU PT MPM,” katanya.

Ariano mengatakan ada bukti hukum dari Kementerian Agraria bahwa objek HGU PT MPM belum dinyatakan sebagai tanah telantar. “Silakan ini dilihat bahwa pernyataan dari Kementerian Agraria bahwa lahan ini belum telantar,” ujarnya.

“PT MPM sempat ditegur untuk segera membenahi lahan, namun saat akan membenahi maka mulai muncul kendala. Inilah saatnya perusahaan akan membenahi. Dalam rangka pembenahan kami sudah mengirim surat kepada instansi Pemerintah, TNI, camat, dan tiga kepala desa untuk memohon perlindungan agar tak diganggu saat pembenahan dan tak terjadi hal yang tak diinginkan,” katanya.

Seperti diketahui, HGU PT MPM pemegang saham sebelumnya adalah keluarga Probo Sutedjo, namun berpindah tahun 2012 ke Fortune Sky Enterprise Corporarion dan Alam Raya Hijau.

Dalam proses pembenahan ini, PT MPM sudah melakukan pembinaan kepada 320 petani. “Ada beberapa tawaran kepada petani, kami tuangkan dalam kerjasama, jadi kami masih memperhatikan kesejahteraan mereka,” katanya

“Saat ini kami mulai melakukan pembatasan di lahan HGU agar proses pembenahan bisa sesuai harapan,” katanya.***(d_hen)

 

Comments are closed.