Cakrawala News
Portal Berita Online

PT Harita Kembangkan Program “Sentani” untuk Jaga Ketahanan Pangan

0 47

 

LABUHA,CAKRAWALA.CO- Perusahaan Harita Nickel mengembangkan Program Sentra Ketahanan Pangan di Desa Buton dan Desa Akegula, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan,Provinsi Maluku Utara.

Program yang dinamakan “Setani” itu bertujuan meningkatkan produktivitas hasil pertanian wilayah setempat.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, Kamis 21 Juli 2022 mengatakan program Sentani merupakan salah satu program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) oleh Harita Nickel di sektor pertanian Pulau Obi.

Program ini melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Halsel, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Tani (poktan) supaya mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kemandirian pangan.

“Program Sentani ini sekaligus menjadi satu jawaban konkret Harita Nickel terhadap cita-cita peningkatan kesejahteraan petani dan swasembada pangan nasional,” kata Stevi.

Sementara Department Head of Community Affairs & Land Acquisition Harita Nickel, Latif Supriadi menjelaskan dalam Program Sentani, kelompok tani mendapat bimbingan budi daya, dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta dukungan terhadap penyerapan pasar.

Komoditas yang dikembangkan yaitu demplot padi di lahan seluas 3 hektare dan semangka di lahan seluas 4 hektare sebagai pengembangan program tahap pertama.

“Mayoritas hasil panen diserap oleh Harita Nickel dan sebagian lagi oleh masyarakat,” kata Latif.

Dengan keterbatasan stok pangan di Pulau Obi, pihak perusahaan banyak menyerap bahan pangan dari luar daerah.

Lamanya waktu tempuh tak jarang membuat kualitas bahan pangan terutama buah dan sayur dapat menurun. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kelompok tani di Pulau Obi untuk menawarkan produk yang lebih baik.

“Mereka juga berpeluang untuk memenuhi tingginya permintaan beras dari pihak perusahaan,” papar Latif.

Latif mengungkapkan, sejak Program Sentani diresmikan akhir Maret 2022 lalu, poktan binaan Harita Nickel telah melakukan panen perdana buah semangka sebanyak 1,1 ton pada awal Juni dan menghasilkan gabah kering panen (GKP) perdana sebanyak 4,8 ton per hektare.

Hasil panen ditampung oleh BUMDes setempat, kemudian dijual kepada para konsumen terutama Harita Nickel.

Direktur BUMDes Desa Buton, Mahfud Lohor, mengaku adanya peningkatan hasil panen secara signifikan sejak poktan dibimbing oleh Harita Nickel.

“Program Sentani membuat hasil panen meningkat. Potensi panen kali ini mencapai 4,8 ton GKP, atau 4 kali lebih banyak dibandingkan hasil petani sebelum ada pendampingan,” ungkap Mahfud.(*) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.