Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Proyek Spektakuler! Kerajaan Majapahit akan Bangkit Kembali

0 7,904

Malang-Jatim, Cakrawala.co,- Tahukah anda bahwa di tanah Jawa pernah berdiri Kerajaan yang sangat kuat yang wilayahnya mencakup Asia Tenggara. Inilah Kerajaan Majapahit dengan Patihnya Gajah Mada dan rajanya Hayam Wuruk yang memerintah pada era keemasan tahun 1350 hingga 1389. Wilayah kekuasaannya meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand Selatan, Filipina, dan Timor Timur.

“Sayang sekali fakta ini hampir hilang dari ingatan, makanya perlu kita bangkitkan ingatan anak cucu kita dengan menghidupkan kembali Kerajaan Majapahit versi baru, yaitu versi sejarah dalam bentuk wisata Kampung Majapahit,” kata Sujatmiko, Ketua Dewan Pesasehat Kelompok Kerja Kampung Wisata Majapahit di Kecamatan Ampelgading dan Tirtoyudo.

Miko, begitu ia biasa dipanggil, memang sedang melibatkan 26 desa di dua kecamatan itu untuk membangun desa seperti era Majapahit pada abad 14. Ini bukan pekerjaan kecil, tetapi itulah cita-cita besarnya untuk menghidupkan kembali media ingatan masa lalu yang dapat diambil pelajaran untuk generasai masa kini.

Meski dalam bentuk wisata, diharapkan akan hadir berbagai media yang mampu memberikan pelajaran bagaimana Majapahit bisa berjaya hingga kekuasaannya hampir sepertiga dunia! Berbagai bentuk industri kreatif akan muncul seperti film, audio visual, historiografi, theatre. Demikian juga perpustakaan, dan suasan kampung tempo dulu ketika zaman Kejayaan Majapahit, akan hadir. Penginapan di kampung juga akan tumbuh sambil menikmati suasana alam, bangunan dan ornamen khas Majapahit.

Tentu semua ini memerlukan penelusuran sejarah yang komprehensif dan pastinya melibatkan banyak pihak, bukan hanya bidang pariwisata, tetapi juga meliputi infrastruktur oleh pekerjaan umum, telekomunikasi, koperasi dan UKM, pendidikan dan kebudayaan, dan lain-lain.

Pendek kata ini kerja besar dan harus dimulai dari bawah, dari 26 kepala desa yang peduli terhadap kejayaan Majapahit. Sujatmiko mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata secara informal dan diharapakan akan naik menjadi pertemuan formal untuk bersama mengembangkannya.

Kampung Wisata Majapahit  menjadi tema besar sebagai wisata tematik sejarah, karena inilah yang selama ini sebenarnya sudah dimulai namun tak segera terwujud, karena masih banyak penelusuran sejarah yang belum selesai, apakah memang benar Kerajaan Majapahit dahulu pusatnya ada di Trowulan Mojokerto dan Malang.

Meski penelusuran sejarah masih berlangsung, namun tradisi, berbagai peninggalan kerajaan berupa Candi, artefak dan lain-lain masih banyak dijumpai, sampai tata kehidupan masyaraatnya, layak dihidupkan kembali sebagai destinawi wisata yang akan sangat spektakuler!

Menurut Miko, sebagai distinasi wisata Kampung Majapahit ini sangat kumplit. Alamnya indah dan subur, penduduknya ramah, budayanya luar biasa besar. Di Kecamatan Tirtoyudo terdapat obyek Wisata Pantai Sipelot, Pantai Lenggoksono, Pantai Bolu-bolu, Pantai Banyu Anjlok, Teluk Kletekan, Pantai Wedi Awu, dan Pantai Wedi Putih.

Di Kecamatan Ampelgading terdapat banyak air terjun. Mulai dari air terjun Gintung, Telagawarna, air terjun Srengen, air terjun Temu, air terjun Nyai Dami, Pantai Coban Ciblungan, Pantai Licin dan Purbakala Candi Jawa.

Banyak juga wisata Agro dan wisata Seni yang akan dikembangkan. Mulai dari minum kopi langsung di pusat perkopian, kebun salak, dan durian, sampai naik kuda, pacuan kuda, sepeda gunung, offroad, memanah, bumi perkemahan dan sebagainya.

Rumah Majapahitan (dok)

Sambil menikmati kesenian ludruk, campur sari, kuda kepang, pencak silat dan macam-macam kesenian sambil minum kopi dan bakar jagung juga bisa dinikmati.

Yang cukup moedern juga dapat menikmati layar digital tentang kejayaan Majapahit di sebuah theater.  Yang terpelajar bisa juga membaca buku-buku sejarah dan peninggalan purbakala di perpustakaan dan museum.

“Cita-cita ini masih panjang tapi kita harus mulai. Prinsipnya kita tumbuh dari bawah, atas kesadaran para kepala desa dan Pemda, namun memang perlu dukungan banyak pihak. Karena kedepan kita ingin mendapat pengakuan UNESCO kepada Indonesia atas destinasi wisata sejarah,” kata Sujatmiko.

Yang jelas, kata Sujatmiko, manajemen wisata kampung Majapahit ini adalah masyarakat setempat 70 persen dan warga luar 30 persen. Diharapkan wisata kampung Majapahit ini akan menghidupkan perekonomian dan devisa negara. Akan banyak wisatawan loikal dan asing melihat Majapahit masa kini, meski hanya melihat peninggalannya yang dimodifikasi seolah-olah seperti Majapahit tempo dulu. (fur).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.