Cakrawala News
Portal Berita Online

Proyek Pasar Sukanagara Terindikasi Mangkrak

0 174

CIANJUR,CAKRAWALA.CO – Lagi- lagi kasus  Proyek mangkrak kembali terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kali ini Pembangunan Pusat Perbelanjaan Tradisional (PPPT)  yang berada di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.

Proyek bernilai milyaran rupiah itu berpotensi jadi pasar siluman. Bahkan pembangunan pasar tersebut terindikasi tidak dilanjutkan, hal terlihat terbengkalainya proyek tersebut.

Selain itu, kepemilikan lahan pasar tersebut masih dalam sangketa dan masih berlanjut serta belum menemui titik temu hingga kini.

Proyek pembangunan pasar Sukanagara yang menghabiskan anggaran dana sekitar Rp 4.774.533.652 itu saat Bupati Cianjur dijabat Irvan Rivano Muhtar, bahkan masyarakat setempat mempertanyakan apakah berlanjut atau dihentikan?

Menurut Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Dan Industri (Diskoperindagin) Drs.Tohari Sastra, proyek pasar baru Sukanagara seolah tak ada kejelasan.

“Kalau misalnya dihentikan sayang, paling sekarang sedang dibenahi aturan-aturannya nanti,” ujar Tohar pada wartawan saat dikonfirmasi usai kegiatan rapat Paripurna di Kantor DPRD Cianjur, Selasa (16/11/2021).

Tohari menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah mengeluarkan biaya besar sehingga dirasa tak mungkin hanya dibiarkan saja.

“Untuk pasar sukanagara inginnya saya di lanjut. Karena sayang, pemerintah sudah mengeluarkan biaya pembangunan pasar baru ini,”katanya.

Dikatakan Tohari, untuk penyelesaian pasar tersebut saat ini banyak fasilitas penunjang yang belum dibenahi.

Karena memang posisi di pasar Sukanagara masih banyak yang belum selesai fasilitasnya seperti listrik dan lainnya,” ujarnya.

Disinggung soal sengketa tanah yang didirikan pasar tersebut, Tohari mengaku bahwa persoalan tersebut masih belum menemukan titik temu.

Sengeketa kepemilikan tanah yang didirikan bangunan pasar masih berlanjut dan belum mencapai titik temu. Karena untuk persyaratannya masih proses. Mudahan-mudahan tahun ini ada kepastian mengenai status tanah,” jelasnya.

Selain itu, Tohari berkilah, mangkraknya pembangunan pasar Sukanagara diakibatkan pergantian pengelola tanpa merinci lebih jelas.

“Karena ada pergantian orang sehingga harus kita proses dari nol lagi. Jika beberapa aspek terpenuhi maka peluang untuk kelanjutan proyek pembangunan pasar Sukanagara di tahun ke depan akan terlaksana lebih baik. Sehingga di tahun 2022 dan 2023 kita bisa kembali ajukan,” tutunya.***

Editor : d_hen

Leave A Reply

Your email address will not be published.