Cakrawala News
Portal Berita Online

Protes Larangan Cantrang, Nelayan Rembang Mengemis di Jalan Raya

1

REMBANG, JATENG, CAKRAWALA.CO – Sejumlah nelayan cantrang di Rembang, Jawa Tengah, terus melakukan aksi protes atas kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan jaring cantrang untuk menangkap ikan.

Protes yang dilakukan tergolong unik yakni dengan meminta belas kasihan para pengguna jalan di Traffic light (Lampu Persimpangan) Pasar Pentungan, Rembang, Rabu (10/1/2018).

Mereka melakukan aksinya dengan membawa kotak yang dibuat dari kardus bekas bertuliskan “Goro-goro ogak entuk melaut, nasibku koyok ngene (gara-gara tidak melaut, nasibku jadi begini)”. Ada juga yang membawa poster bertuliskan “Kasihani kami”.

ads bukopin

Mereka meminta uang seikhlasnya kepada para pengendara yang berhenti saat lampu merah.

Salah seorang nelayan yang terlibat aksi ini, Kartono, warga Desa Gajahkumpul Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, mengaku terpaksa melakukan hal ini demi menghidupi keluarga. Pasalnya, sejak Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 resmi diterapkan, ia menganggur karena tak bisa melaut.

“Kami tak bisa melaut. Untuk menghidupi keluarga darimana? Seumpama dapat uang nanti bisa untuk menghidupi keluarga kami,” terangnya, Rabu.

Kartono menyebutkan, selain di Pasar Pentungan, aksi serupa juga dilakukan di sejumlah setopan, diantaranya; Setopan di depan Makodim 0720/Rembang, Setopan Jaeni, dan Setopan RSUD Rembang.

“Kita bukannya ngamen, kita mengemis. Sebenarnya banyak, tapi ini hanya perwakilan saja. Karena kalau semua nanti malah macet lagi,” imbuh ABK Pelita Mustofa Makmur ini.

Hal senada diucapkan Sutrisno, nelayan asal Kaliori. Ia mengaku telah menganggur hampir sebulan. Selama menganggur, ia terpaksa hutang untuk menafkahi keluarga.

“Anak saya dua, sekolah SD semua. Untuk biayanya, saya juga bingung gak ada pekerjaan. Kalau mau beralih pekerjaan lain, mau kerja apa. Sawah didaerah sini gak ada, pabrik justru malah mereka tutup kan gak ada ikan,” ungkapnya. (Tarom)

Comments are closed.