Proses Imbal Dagang Sukhoi Su-35 Masih Berliku

MOSCOW RUSIA, CAKRAWALA,CO.- Proses pembelian Sukhoi Su-35 ‘Flanker-E’ oleh Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) dari Rusia masih terus berlangsung. Sebelumnya dikabarkan akan dilanjutkan setelah pemilihan umum Indonesia tahun 2019. Namun hingga kini kepastian pengiriman pesawat canggih tersebut masih belum jelas kapan.

Sebelumnya dikabarkan Viktor Kladov, Direktur Kerjasama Internasional Dan Kebijakan Regional Rostec, mengatakan TNI AU akan mengakuisisi 11 unit Su-35 seharga US$1,14 miliar – dan telah dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam kunjungannya ke Moskow pada bulan Februari.

Kesepakatan itu menjadi rumit dengan adanya permintaan Indonesia terhadap kesepakatan imbal dagang yang menyertainya tetapi bisa segera dilakukan, kata Kladov, sebagaimana ditulis media setempat baru baru ini di Moscow. Imbal dagang terkait pembelian Su-35 adalah keharusan bagi Rusia untuk membeli produk ekspor asal Indonesia.

Indonesia sudah merencanakan pembelian pesawat tempur Su-35 sejak tahun 2015. Nantinya Su-35 akan menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger II yang sudah menua. Namun sejak dipensiunkan lebih dari setahun yang lalu, hingga kini skuadron buru sergap F-5 Tiger II belum memiliki penggantinya.

Namun hingga kini proses imbal dagang pembelian Sukhoi Su-35 ini belum ada perkembangan terbaru. Sempat dikabarkan Rusia akan memasok pesawat canggih ini akhir tahun 2019 namun sampai saat ini kabar tersebut belum ada pernyataan resmi.

Facebook Comments
%d bloggers like this: