Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Proses Evakuasi Lamban, Kulit Paus Terdampat Mulai Terbakar Terik Matahari

SITUBONDO, JAWA TIMUR, CAKRAWALA.CO ,- Kondisi ikan Paus yang terdampar di Pantai Jangkar, Kabupaten Situbondo Jawa Timur kian memprihatinkan. Suhu udara yang yang panas membuat sebagian tubuh Mamalia langka ini mulai melepuh terkena terik matahari, Jumat (2/03/2018.)

Tidak hanya luka melepuh, tubuh Paus ini terdapat beberapa luka lecet di duga akibat benturan perahu Nelayan yang membawa warga untuk melihat satwa mamalia itu lebih dekat.

Proses evakuasi terkesan lamban, dari pantauan tim cakrawala.co saat ini tim gabungan Tni AL, Polri dan Badan konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat terlihat hanya melakukan pembasahan di tubuh mamalia tersebut dengan Karpet yang di basahi dengan air Laut.

Pembasahan tersebut di harapkan dapat melakukan penyelamatan serta meminimalisir luka bakar akibat terik Matahari. Lambannya proses evakusai membuat Mamalia ini mengalami stres sehingga mamalia Langka yang memiliki panjang kurang lebih dari 20 Meter ini tak lagi aktif bergerak untuk membebaskan diri.

Tidak hanya lamanya proses Evakuasi,suara bising mesin kapal yang hilir mudik membawa warga untuk melihat lebih dekat juga membuat Satwa tersebut makin stres dan terancam mati.

Tampak masih ada beberapa warga yang nekat naik ke tubuh ikan tersebut hanya untuk sekedar Selfie atau jalan jalan di atasnya.

Petugas Kepolisian yang berjaga di lokasi sempat di buat kerepotan dengan animo warga yang mendekat menggunakan kapal.

Petugas Satuan Polisi Air Polres Situbondo yang melakukan pengamanan di sekitar,terus melakukan himbauan menggunakan pengeras suara untuk tidak mendekati ke mamalia tersebut.

petugas gabungan dan warga berjaga disekitar Paus yang terdampar(JATIM 1)

Kapolsek Jangkar Iptu Pramana yang memimpin regu penyelamatan, menuturkan pembasahan menggunakan karpet ini merupakan langkah awal sebagai upaya terus penyelamatan terhadap mamalai langka tersebut.

Proses evakuasi untuk menarik ke tengah laut tidak berani di lakukan pihaknya.Selain perairan masih dangkal, penarikan yang salah,di takutkan dapat berdampak buruk terhadap Mamali tersebut.

“kita masih menunggu tim regu Penyelamat yang datang dari Bali yang saat ini masih dalam perjalanan ke sini.Semoga cuaca mendukung dan air laut cepat pasang sehingga proses evakuasi yang di lalukan tim segera dapat menyelamatkan Paus Bungkuk atau yg biasa di sebut dengan Paus Sperma yang terdampar sejak tadi Pagi,segera dapat kembali ke laut bebas” paparnya.***JATIM1

%d bloggers like this: