Cakrawala News
Portal Berita Online

Profesi Petani Tak Diminati, Indonesia Darurat Impor

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Profesi sebagai petani kian tak diminati masyarakat. Dari hasil sensus yang pernah diadakan pada 2013 lalu saja menunjukkan jumlah penurunan dalam angka itu tercatat lima juta, dengan rincian dari sebanyak 30 juta menjadi 25 juta.

“Kecenderungan itu bukannya naik, justru penurunan semakin besar. Ini untuk profesi petani dari semua jenis pertanian,” kata Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ir Sadar Subagyo kepada cakrawala.co.

“Usia petani rata-rata 52 tahun tak terkecuali petani penderes kelapa di Banyumas. Artinya, profesi petani tidak diminati okeh kaum muda dan jika dibiarkan maka pangan di Indonesia akan semakin tergantung dari impor,” kata kata pria kelahiran Banyumas yang pernah duduk di Komisi XI DPR RI ini.

Sadar mengatakan, untuk mendorong kaum muda tak lagi malu atau mereka menjadi berminat untuk tetap tinggal di desa dan menjadi petani, maka perlu upaya bersama dari seluruh elemen untuk mengubah perspektif sebagai petani.

“Buktikan bahwa bertani adalah menguntungkan. Selama pertanian tidak menjanjikan untuk dapat hidup sejahtera dan makmur maka jangan harap kaum muda mau menjadi petani,” katanya.

Sadar menghimbau agar pemerintah tak acuh dalam persoalan yang sejatinya bagian dari program pembangunan sumber daya manusia sebagaimana yang disampaikan presiden.

“Mungkinkah kita membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yg mampu meningkatkan produksi, mampu menjamin harga yg terjangkau dan mampu memakmurkan petani? Mari kita fokus ke sana,” katanya. (Angga Saputra/cakrawala.co)

%d bloggers like this: