Cakrawala News
Portal Berita Online

Prof Jimly Asshiddiqie, Menulis di Setiap Kesempatan

100

Oleh : Verrianto Madjowa

Menulis dan menerbitkan buku bukanlah masalah terbatasnya waktu. Tapi, bagaimana memanfaatkan setiap kesempatan untuk menulis. Hal ini yang dilakoni Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH.

Ahli hukum tata Negara dan pengawal konstitusi ini sudah menerbitkan puluhan buku. Jarang orang yang dalam jabatan tertentu produktif menulis buku. Selain karena alasan kesibukan, rutin menulis buku hanya dilakukan orang-orang tertentu saja.

Karena itu, Jimly adalah sosok yang tidak ada duanya di Indonesia. Sebagai akademisi, Jimly sering menulis dan ketika memiliki jabatan –selain di kampus, juga tetap menerbitkan buku.

Seperti ketika menjadi Ketua Mahkamah Konsitusi (MK). Jimly mengembangkan tradisi intelektual dan kultur ilmiah di lembaga peradilan yang baru terbentuk itu. Lembaga ini mulai dikenal masyarakat luas, bukan hanya melalui media pers, melainkan berbagai penerbiitan buku.

“Saya sendiri ketika dipercaya menjadi pendiri dan ketua Mahkamah Konstitusi sangat mengutamakan pentingnya para hakim Mahkamah Konstitusi menulis buku,” kata Jimly dalam pengantar buku Restorasi Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia karya Nur Hidayat Sardini.

Selama lima tahun memimpin Mahkamah Konstitusi, Jimly menerbitkan 15 buku. Bila diambil rata-rata, setiap empat bulan terbit satu buku atau tiga buku dalam setahun. Jumlah yang tidak sedikit ditengah kesibukannya sebagai ketua Mahkamah Konstitusi.

Tradisi menulis berlanjut hingga di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Jimly terus menerbitkan bukunya. Di lembaga etik bagi penyelenggara Pemilu ini, sebagai buku pelajaran dan sumber ilmu pengetahuan.

Prof Jimly bukan hanya aktif menulis. Ia juga seorang penganjur dan pendorong bagi yang lain agar menulis dan menerbitkan buku. Tahun lalu, para sahabat pun menuliskan tentang sosok ini yang dituangkan dalam buku “60 Tahun Jimly Asshiddiqie Menurut Para Sahabat.” Sebanyak 70 tulisan terkumpul dalam buku setebal 572 halaman.

Menulis dan menerbitkan buku tak hanya sekadar meluangkan waktu. Namun, bagaimana kata-kata dirangkai menjadi kalimat dan alinea. Hasil tulisan ini, akan merunut bagi yang lain untuk menghasilkan gagasan baru lagi.***

***Verrianto Madjowa, Anggota KPU Provinsi Gorontalo.

Comments are closed.