Cakrawala News
Portal Berita Online

Praktisi Hukum Ternama Kalteng Diadukan ke Polisi

0 27

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO – Bakhtiar Effendi, SH. MH pengacara senior yang sudah melanglang buana di dunia praktisi hukum kini tersangkut kasus utang piutang yang berujung di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng setelah  diadukan oleh seorang perempuan

Bakhtiar Efendi kepada  beberapa wartawan menyampaikan keterangannya terkait kasus yang kini menimpa dirinya sebagai sebuah rekayasa karena banyak kejanggalan yang ditemuninya dalam pengaduan dirinya ke Polisi tersebut.

Menurut Bakhtiar kronologis kejadiannya yang berbuntut di Polisi tersebut berawal pada saat rekannya yang bernama Hery minta dicarikan pinjaman uang dengan jaminan sertifikat tanah.

“Saat itu saya  diminta mencarikan uang pinjaman dan didapatkanlah pinjaman itu sebesar Rp. 300 juta rupiah dan akan dikembalikan menjadi Rp 390 juta sebagai ucapan terima kasih.”kata Bakhtiar Efendi memaparkan.

Namun pada saat itu, si ibu pemilik uang menyerahkan sepenuhnya kepada Bakhtiar  dengan bukti utang piutang atasnama Bakhtiar Efendi.

“nama saya sebagai penjaminnya kepada ibu tersebut dengan menyerahkan kwitansi kosong yang saya tanda tangani. Nah tiga bulan berjalan teman saya yang bernama Hery belum bisa untuk melunasi dan meminta waktu untuk minta tambah uang pinjaman sebesar  Rp 600  juta rupiah sehingga total pinjaman menjadi Rp 990 juta  dan Hery bilang hutangnya akan dibulatkan menjadi Rp 1 Milyar atu milyar rupiah dan  si ibu yang punya uang tetap minta kwitansi kosong yang disertai meterai yang saya tanda tangani,” ungkap Bakhtiar.

Ia menambahkan setelah kurang lebih setahun kemudian Hery membayar semua hutangnya lewat transfer bank sebesar Rp 1 Milyar dan sertifikat miliknya dikembalikan oleh ibu sipemberi pinjaman itu.

“namun kwitansi yang saya tanda tangani yang bermeterai dan belum ditulis angkanya saat saya mau tarik kembali, oleh ibu itu masih di cari dan hingga Akhirnya saya diadukan ke Polda Kalteng di bagian Direktorat Reserse Kriminal umum dengan tuduhan penggelapan.”tuturnya heran.

Diakui Bakhtiar sebenarnya pengaduan ini dilakukan lantaran adanya perseteruan antara dirinya dengan ibu itu hingga akhirnya permasalahan  berupa kwitansi yang saya tanda tangani dan tidak ada tulisan angka piutang nya dijadikan dasar pengaduan kasus penggelapan.

“Saya bersama teman-teman saya advokat baik yang ada di Palangkaraya, Banjarmasin dan Jakarta siap menghadapi mereka sekalipun saya tanpa diperiksa sudah mereka panggil dan pada saat itu saya tidak berada ditempat dan dinilai tidak mengindahkan laporan, dan  lucunya lagi dari dua surat yang saya terima dimana saya langsung sebagai saksi sekaligus SPDP dikeluarkan.”sesalnya.

Ia menambahkan pada saat diperlihatkan oleh penyidik dari kwitansi yang saya tanda tangani ternyata saya berhutang dengan nama Lilis Umar bukan dengan nama ibu yang pertama berhutang.

“jadi menurut saya semua itu rekayasa ingin menjatuhkan nama baik saya. Dan Lilis Umar sudah mencabut dirinya sebagai saksi karena dia tidak mau ikut terlbat terlalu jauh hubungan saya dengan ibu pemberi pinjaman uang  yang  tidak lain adalah bosnya sendiri.  Namunpun demikian dalam perkara ini saya minta kepada pihak Kepolisian untuk objektif dan jujur dalam penanganannya.”pungkasnya.*** ( HT )

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: