Cakrawala News
Portal Berita Online

PPIH : Waspadai Iming-iming Haji Furoda, Jangan Sampai Bermasalah di Saudi

MADINAH, CAKRAWALA.CO – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memperingatkan masyarakat untuk tidak termakan iming-iming berangkat haji dengan mudah dengan label Haji furoda. Pasalnya, jika visa yang digunakan tidak sesuai, maka akan jadi masalah di tanah suci. Jangan sampai sudah keluar uang banyak, malah tidak bisa berhaji.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Jumat (19/07). Jauhari mengatakan, jamaah furoda atau yang biasa dikenal dengan “jamaah sandal jepit” tidak menggunakan visa haji, melainkan visa tenaga musiman, visa bisnis, atau visa ziarah yang berlaku hanya 30 hari.

Sementara visa haji hanya diberikan untuk jamaah haji reguler dan khusus. Di luar itu ada kuota visa haji untuk warga Indonesia yang mendapatkan undangan dari pemerintah Arab Saudi. Jamaah haji undangan Saudi juga harus mendaftarkan dirinya melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) agar mudah diawasi terkait hak-hak perlindungan WNI.

“Perlu diketahui masyarakat bahwa sebelum berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji, agar dipastikan visa yang digunakan adalah visa haji. Sebab jika menggunakan visa tenaga musim atau visa ziarah, implikasinya berhadapan dengan hukum di Saudi,” kata Jauhari kepada tim Media Center Haji.

Masalah bisa terjadi pada pelaksanaan wukuf di Arafah. Jauhari mengatakan, ada pemeriksaan yang ketat di tempat tersebut oleh polisi Saudi. Jamaah tanpa visa haji dilarang masuk, bahkan jika ditemui visanya kadaluwarsa maka jamaah tersebut dinyatakan sebagai “overstayer” dan ditangkap.

Hal ini, kata dia, pernah terjadi pada 2014 dan 2015. Ketika itu rombongan Haji Furoda ingin berhaji menggunakan visa bisnis. Namun visanya habis dan tidak bisa diperpanjang, padahal proses haji belum dilaksanakan.

“Pilihannya ada dua, apakah dipulangkan melalui Tarhil (detensi imigrasi) atau membayar denda. Kalau melalui tarhil, prosesnya lama sekali, bisa setahun atau setahun setengah, tidak ada kepastian. Kalau ingin cepat pulang berarti harus bayar denda,” kata Jauhari.

Ongkos Haji Furoda ini tidak berbeda seperti haji khusus, di atas Rp 100 juta. Jauhari menekankan agar masyarakat untuk tidak termakan iming-iming haji jalur cepat melalui perseorangan, yayasan, atau perusahaan travel. Pendaftaran haji yang aman, kata dia, adalah dari jalur resmi di Kementerian Agama. (Dikutip dari portal haji.kemenag.go.id 20/7) ***Redaksi Nasional

%d bloggers like this: