Cakrawala News
Portal Berita Online

Ponpes di Sidoarjo Kampanyekan “Jangan Takut Virus Corona”

0 205

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Virus corona di Indonesia pada hari Minggu 8 Maret 2020 berdasarkan Jubir Pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto, menjadi 6 orang dikabarkan positif covid-19. Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) “mengkampanyekan” jangan takut virus corona takutlah pada sang pencipta.

Puluhan santri Ponpes Ahlus-Shafa Wal-Wafa, yang berada di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Menaiki mobil Jeep kuno keliling desa sambil membawa poster diantaranya bertuliskan Kurangi menyentuh mata, hidung dengan tangan. Sentuhkan Allah dengan sholatmu. Masker hanya untuk yang sakit, tapi pakailah Allah disetiap jalanmu.

“Semua ujian atau cobaan yang dilimpahkan kepada umat manusia ini, tak lain mengingatkan dan menyadarkan. Bagi yang telah sadar ditinggihkan kesadaranya, bagi yang belum sadar dengan kejadian atau peristiwa yang mengemparkan akhir ini dengan virus corona,” Tutur pengasuh pondok pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa, KH. Mohammad Nizam AS-Shofa.

ads bukopin
Poster : Masker hanya untuk yang sakit, tapi pakailah Allah disetiap jalanmu.

Ditambahkan Gus Nizam, sapaah akrabnya semua ini tak lain karena kesalahan dan dosa kita. Maka untuk membentengi agar tidak terjangkit penyakit corona ini menurut saya tidak ada solusi lain selain bertaqwa.

Sementara itu dalam konvoi menggunakan mobil Jeep kuno juga diikuti sebanyak 65 anak-anak yang akan menjalani prosesi khitan massal, dan enam diantaranya non muslim.

Wajah bahagia karena senang naik jeep kuno tampak terpancar dari wajah salah satu peserta khitan massal. Rizal Ibrahim (9) asal Desa Sedangan Mijen, diantarkan Ibunya mengikuti khitan massal. “baru kali ini naik mobil kuno yang dulu digunakan saat masa perang,” ujar Rizal

(kiri-kanan) ustadz Abdul Wahab, KH. Mohammad Nizam AS-Shofa , Iwan Setiawan, Ust Zainal Abidin .

Sementara itu Ketua paguyuban Jeep kuno Jawa Timur, Iwan Setiawan mengerahkan sebanayak 25 Jeep kuno untuk mendukung kegiatan sosial yang diadakan Ponpes Ahlus-Shafa Wal-Wafa. “Mobil Jeep kuno ini dari Surabay-Sidoarjo dan Pasuruan mendukung kegiatan positif khitanan massal yang diadakan Ponpes Ahlus-Shofa Wal-Wafa untuk meramaikan kegiatan kali ini. Kali ini Jeep yang paling tua keluaran tahun 1944 merapat mengikuti kegiatan sosial,” ucap Iwan.

Sunatan massal ini sendiri dilakukan memperingati Isra Miraj di bulan Rajab dalam kalender Hijriyah. Kegiatan rutin Saaatnya Menjalin Kasih (Salik), selain mengadakan sunatan massal, juga ada pembagian tali asih 550 paket, pengobatan gratis, akupuntur, donor darah, general medical chek-up, tes iva dan pemeriksaan katarak.

Untuk pengobatan gratis dikoordinir dari Gereja ST Yakobus Citra Land, Surabaya. Paguyuban kasi bangsa, komunitas yang bergerak dibidang sosial terutama kesehatan, anggotanya dari dokter dan apoteker terdiri dari lintas agama. Memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Pelaksana Khitan disupport  team dokter Polda Jatim sebanyak 18 orang.

“Mudah-mudahan niat baik, ini murni sosial diterima oleh Allah sebagai bukti bahwa kita adalah hambah Allah, kita belajar mengabdikan diri sepenuh hati bersih dari pamrih dan tujuan-tujaun yang tidak diridhoi oleh Allah SWT,” tutup Gus Nizam yang juga pencipta dan pelantun Syai’ir Tanpo Wathon. (Uji/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.