Cakrawala News
Portal Berita Online

Ponpes Al Mukmin Ngruki Minta BNPT Evaluasi Akurasi Data Terkait Abdul Qadir Baraja Yang Ditangkap

0 92

 

Sukoharjo Cakrawala.Co,-Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Al Mukmin Ngruki, Grogol, Sukoharjo memberikan klarifikasi terkait berita penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. Selain menegaskan bahwa Abdul Qadir Hasan Baraja bukan salah satu pendiri Pondok, Pihak Ponpes juga meminta BNPT mengevaluasi akurasi datanya.

 

 

Dalam klarifikasi yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Ustadz Yahya di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Rabu (8/6/2022).siang, Ustadz Yahya menegaskan jika Abdul Qadir Hasan Baraja yang ditangkap polisi bukan merupakan salah satu pendiri pondok pesantren tersebut.

 

Sementara, salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bernama Abdullah Baraja,”Salah satu pendiri itu Abdullah Baraja bukan Abdul Qadir Hasan Baraja,” kata Ustadz Yahya.

 

Menurutnya, Salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki yakni Abdullah Baraja telah meninggal dunia pada 2007 lalu. “Tidak ada kaitannya antara Abdullah Baraja pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki dengan NII maupun organisasi Khilafatul Muslimin,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tidak ada kaitannya dengan organisasi Khilafatul Muslimin.

Terkait pernyataan BNPT,pihak Pondok Pesantren Al Mukmin merasa sangat dirugikan dan juga meminta Direktur BNPT untuk meralat dan mencabut pernyataannya di media yang mengaitkan penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja dengan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki.

Selain itu,pihak Ponpes juga meminta BNPT mengevaluasi akurasi datanya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari, Demi menghindari hal-hal yang berpotensi membuat gaduh dan berpolemik di masyarakat maupun di media sosial,”ungkapnya.

 

Sebelumnya, pendiri sekaligus petinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap polisi pada Selasa (7/6/2022) di Lampung, atas dugaan penyebaran ideologi khilafah untuk mengganti Pancasila.

 

Direktur Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen R Ahmad Nurwakhid yang menyebutkan Abdul Qadir Hasan Baraja yang merupakan mantan anggota NII.Selain itu, Pihak BNPT juga menyebut Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin,Ngruki bersama Abu Bakar Ba’asyir.(AgB).

Leave A Reply

Your email address will not be published.