Cakrawala News
Portal Berita Online

Poltekkes Yogyakarta Gelar Pertemuan Internasional Siapkan Perubahan Pandemi Menjadi Endemi

0 118

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Yogyakarta mulai hari ini Kamis ( 23/9/2021) hingga Jumat (24/9/2021) pertemuan Sejumlah ahli kesehatan dari berbagai negara membahas berbagai persoalan dan salah satunya adalah membahas perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

“Dalam pertemuan ini, kami menghadirkan ilmuwan-ilmuwan hebat yang berkualifikasi untuk berbagi ilmu dan pengalaman di bidang ilmu kesehatan seperti kebidanan, keperawatan, kesehatan gigi, kesehatan lingkungan, analis kesehatan, gizi, dan kesehatan masyarakat,” ujar Joko Susilo SKM M Kes, Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta usai pembukaan acara tersebut.

Pertemuan yang diberi tajuk The 8th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2021 yang dipusatkan di Easparc Hotel Yogyakarta ini juga diikuti perwakilan organisasi kesehatan dunia (WHO). Adapun temanya adalah Healthy City: Answer for The Future Pandemic. Rangkaian acara ICHS 2021 antara lain Parade Doktor dan Webinar, Coaching Clinic/Workshop serta acara utama konferensi internasional.

Lebih jauh Joko Susilo menyampaikan, saat ini pemerintah sudah berinisiatif serta melakukan kajian untuk menurunkan status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Ini sejalan dengan ICHS yang membahas persiapan Kota Sehat.

“Kota sehat merupakan salah satu strategi mempersiapkan masyarakat agar memiliki ketahanan menghadapi pandemi atau bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Sebagai negara dengan mobilitas dan jumlah penduduk yang cukup besar, Indonesia juga diharapkan mampu bertahan dan tanggap,” tegas Joko Susilo.

Joko Susilo menambahkan jika pandemi Covid statusnya menjadi endemi, maka kebijakan yang diambil pemerintah bersifat lokal, seperti halnya PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

“Bisa saja nanti ada wilayah yang sudah bersih dari Covid, maka kita genjot menjadi Kota Sehat. Demikian pula wilayah lain dengan PPKM level tiga atau empat kita turunkan terus sehingga menjadi Kota Sehat,” ungkap Joko.

Keberhasilan status endemi yang dikuatkan dengan Kota Sehat, imbuh Joko, tidak lepas dua hal. Pertama, perubahan mendasar perilaku sehat masyarakat. Kedua, perubahan kebijakan pemerintah.

“Yang utama adalah perilaku sehat, mulai dari pengetahuan, sikap termasuk praktik-praktik dalam kondisi sehat,” katanya.

Joko menambahkan apabila WHO dan pemerintah menetapkan situasi pandemi, berarti kebijakan di seluruh wilayah sama.

“Nah, nanti kalau sudah endemi dan Kota Sehat bermunculan, mungkin PPKM level satu atau hijau itu sudah siap menjadi Kota Sehat,” jelasnya.

Selain mengingatkan saat ini Covid belum selesai, Joko juga menyatakan Kota Sehat butuh proses serta pendampingan termasuk ada kota yang dijadikan sebagai percontohan.

“Orang dikatakan sehat tidak ujug-ujug langsung sehat. Sama dengan Kota Sehat, harus disiapkan,” pungkas Joko Susilo. ( Okta? Santosa ).

Leave A Reply

Your email address will not be published.